Ranah

Agam Masuki Transisi Pemulihan Pasca Bencana Alam

196
×

Agam Masuki Transisi Pemulihan Pasca Bencana Alam

Sebarkan artikel ini
status-tanggap-darurat-beralih-ke-pemulihan,-bupati-agam:-penanganan-bencana-berlanjut
Status Tanggap Darurat Beralih ke Pemulihan, Bupati Agam: Penanganan Bencana Berlanjut

Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam mengambil langkah baru dalam penanganan dampak bencana alam. Masa tanggap darurat resmi diakhiri dan memasuki fase transisi pemulihan selama enam bulan ke depan.

Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap penanganan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah.

Bupati Agam, Benni Warlis, menyampaikan pengumuman ini saat memimpin rapat evaluasi di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (5/1). Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala OPD, camat, dan pihak terkait lainnya.

Rapat tersebut membahas perkembangan penanganan bencana, dampak yang ditimbulkan, dan langkah strategis menuju masa transisi pemulihan.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, melaporkan data terkini. Korban meninggal dunia akibat bencana mencapai 165 jiwa, tersebar di beberapa kecamatan seperti Malalak, Matur, Tanjung Raya, Palupuah, Palembayan, dan Ampek Nagari.

“Sebanyak 37 orang masih dinyatakan hilang,” ujar Rahmat Lasmono.

Dari total korban meninggal, 23 jenazah belum teridentifikasi, terdiri dari 18 jenazah utuh dan 5 bagian tubuh.

Selain itu, 3.246 jiwa mengungsi dan menempati masjid, musala, serta rumah sanak keluarga. Tiga orang masih dirawat di RSUD setempat.

Kerugian akibat bencana diperkirakan mencapai lebih dari Rp6,5 triliun, dengan 1.729 rumah rusak berat dan hanyut. Data ini berpotensi bertambah karena 14 rumah masih terancam longsor.

Sektor pertanian juga mengalami kerugian signifikan, mencapai lebih dari Rp123 miliar.

Sebagai langkah pemulihan, Pemerintah Kabupaten Agam berencana membangun hunian sementara (huntara) di lima kecamatan terdampak. Lokasi huntara meliputi Kecamatan Palembayan, IV Koto, Malalak, Palupuah, dan Tanjung Raya.

BPBD Agam membutuhkan 63 unit alat berat ekskavator untuk normalisasi sungai dan pembersihan material banjir bandang. Fokus utama normalisasi sungai berada di Palembayan, Palupuah, Malalak, dan Tanjung Raya.

Total donasi yang diterima mencapai lebih dari Rp2,736 miliar. Realisasi belanja mencapai lebih dari Rp800 juta untuk kebutuhan pokok masyarakat terdampak. Dana donasi sebesar Rp1,877 miliar akan dikelola bersama BAZNAS.

Ketua DPRD Agam, Ilham, mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam penanganan bencana. Kapolres Agam, AKBP Muari, mengajak semua pihak untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran. Dandim 0304, Letkol Inf Slamet Dwi Santoso, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor.

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menyampaikan terima kasih kepada TNI, Polri, Basarnas, dan relawan. Bupati Agam, Benni Warlis, mengapresiasi dukungan dari pemerintah provinsi, kementerian terkait, hingga kehadiran Presiden dan Wakil Presiden.

Masa transisi akan diperpanjang jika proses pemulihan belum optimal dalam enam bulan ke depan.