BudayaRanah

AHF 2025 Declaration: Homestay ASEAN Geliatkan Pariwisata Daerah

177
×

AHF 2025 Declaration: Homestay ASEAN Geliatkan Pariwisata Daerah

Sebarkan artikel ini
seminar-asean-homestay-forum-declaration-digelar-di-gedung-maharajo-dirajo-batusangkar
Seminar Asean Homestay Forum Declaration Digelar di Gedung Maharajo Dirajo Batusangkar

Batusangkar – Sumatera Barat dipercaya menjadi tuan rumah Asean Homestay Forum (AHF) Declaration 2025. Forum ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi antar negara ASEAN dalam mengembangkan pariwisata berbasis komunitas.

Deklarasi AHF 2025 digelar bersamaan dengan seminar nasional tentang budaya dan pariwisata. Acara berlangsung di gedung Maharajo Dirajo, Batusangkar.

Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar, Hendri Fauzan, menyampaikan apresiasi atas nama pemerintah provinsi. Ia menilai kepercayaan ini sebagai kebanggaan sekaligus peluang besar untuk mempromosikan Sumatera Barat.

“Kami berterima kasih pada IHSA atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumatera Barat,” ujarnya.

Ketua DPP Indonesia Homestay Association (IHSA), Alvi Pongoh, menjelaskan AHF bertujuan membangun jaringan antara pelaku homestay dan pariwisata di kawasan ASEAN.

“Forum ini akan menjadi penggerak pertukaran pengetahuan, budaya, serta peningkatan standar pelayanan yang berdaya saing global,” kata Alvi Pongoh.

Sektor homestay dinilai memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi masyarakat berbasis pariwisata, terutama di wilayah pedesaan.

Presiden of Malaysian Homestay, Dt. Sahariman bin Hamdan, menuturkan program serupa pernah sukses digelar di Yogyakarta dan Manado. Ia berharap Malaysia dapat menjadi tuan rumah di tahun mendatang.

Sahariman juga memuji keindahan alam, kekayaan kuliner, dan biaya hidup terjangkau di Sumatera Barat. Hal ini membuat kunjungan 25 delegasi Malaysia selama 5 hari 4 malam sangat berkesan.

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, turut mengapresiasi pelaksanaan AHF 2025 Declaration. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis menuju sinergi pariwisata ASEAN yang berakar pada kekuatan budaya lokal.