Jakarta – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 diprediksi akan diwarnai dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara masif, terutama oleh generasi Z dan milenial.
Survei terbaru Kaspersky mengungkap, AI kini menjadi pendamping digital multifaset bagi banyak orang.
Sebanyak 74 persen responden berencana memanfaatkan AI dalam berbagai aktivitas liburan mereka.
Generasi muda mendominasi tren ini, dengan 86 persen responden berusia 18-34 tahun menunjukkan minat tinggi.
AI tidak hanya berfungsi sebagai asisten belanja atau perencana liburan.
Namun, AI juga memberikan dukungan emosional bagi penggunanya.
Survei Kaspersky juga menemukan, 56 persen pengguna AI memanfaatkan teknologi ini untuk mencari resep.
Kemudian, 54 persen lainnya menggunakan AI untuk mencari informasi restoran dan akomodasi.
Setengah dari responden juga mencari bantuan AI untuk ide hadiah, cara merayakan, atau tips dekorasi Nataru.
Jumlah yang sama mempercayakan AI untuk memberikan ide tentang cara menghabiskan waktu luang.
Selama liburan, separuh responden menganggap AI sebagai asisten belanja.
AI membantu membuat daftar belanja, mencari penawaran terbaik, atau menganalisis ulasan.
Generasi muda menunjukkan minat tinggi pada AI sebagai perencana anggaran (50 persen).
Sementara itu, kelompok usia 55+ kurang antusias (31 persen).
Kaspersky mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensi ancaman keamanan data pribadi akibat ketergantungan berlebihan pada AI.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu memeriksa tautan yang diberikan AI.
Tautan tersebut berpotensi mengandung konten berbahaya atau phishing.






