RanahTeknologi

AI Ubah Keluarga: Orang Tua Waspada, Anak Terlindungi

193
×

AI Ubah Keluarga: Orang Tua Waspada, Anak Terlindungi

Sebarkan artikel ini
aktivitas-keluarga-berubah-di-masa-depan,-peran-ai-kian-dominan
Aktivitas Keluarga Berubah di Masa Depan, Peran AI Kian Dominan

Jakarta – Keluarga Indonesia akan semakin terhubung dengan teknologi dalam satu dekade mendatang. Prediksi ini muncul seiring digitalisasi yang mengubah dinamika keluarga secara fundamental.

Survei terbaru dari Kaspersky mengungkap, 81 persen responden meyakini teknologi akan memberikan pengaruh signifikan terhadap aktivitas keluarga.

Pergeseran ini memunculkan norma baru sekaligus tantangan yang perlu diantisipasi.

Salah satu tren yang diprediksi akan populer adalah penggunaan dongeng pengantar tidur berbasis kecerdasan buatan (AI).

Hampir separuh responden global (48 persen) memperkirakan tren ini akan menjadi bagian dari kehidupan keluarga modern. Angka ini bahkan lebih tinggi di kalangan usia 18-34 tahun, mencapai 53 persen.

Di Indonesia, antusiasme terhadap dongeng AI lebih tinggi lagi, dengan 58 persen responden memprediksi hal serupa.

Aplikasi dan perangkat pintar kini menawarkan dongeng AI dengan karakter dan alur cerita yang dapat disesuaikan.

Bagi orang tua yang memiliki kesibukan padat, solusi ini menawarkan kemudahan. Namun, interaksi anak dengan AI tetap memerlukan kewaspadaan.

Orang tua perlu memastikan layanan yang digunakan memiliki kebijakan privasi yang kuat, serta memanfaatkan fitur kontrol orang tua untuk membatasi konten dan durasi penggunaan.

Interaksi dengan AI sebaiknya dipandang sebagai “taman bermain digital” baru. Orang tua perlu membuka dialog tentang cerita-cerita AI dan bagaimana cerita tersebut dibuat.

Penting untuk menekankan kepada anak-anak bahwa AI hanyalah alat, bukan pengganti teman. Dorong anak untuk melaporkan interaksi yang terasa aneh atau tidak nyaman.

Kunci utamanya adalah memastikan AI melengkapi interaksi manusia, bukan menggantikan peran orang tua dalam keluarga.

Selain dongeng AI, survei juga menunjukkan bahwa 43 persen responden memprediksi perayaan keluarga akan semakin beralih ke format panggilan video. Di Indonesia, persentase ini mencapai 49 persen.