EkonomiRanah

Aktifkan Husein, Bandung Usulkan Dwi Bandara Sokong Jawa Barat

254
×

Aktifkan Husein, Bandung Usulkan Dwi Bandara Sokong Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
aktivasi-husein-sastranegara,-pemkot-bandung-usul-konsep-dwi-bandara
Aktivasi Husein Sastranegara, Pemkot Bandung Usul Konsep Dwi Bandara

Bandung – Pemerintah Kota Bandung mengusulkan pengoperasian dua bandara di Jawa Barat secara bersamaan, yakni Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meyakini konsep dwi bandara ini akan memperkuat ekosistem transportasi udara di Jawa Barat.

Menurutnya, Bandara Husein Sastranegara dapat menjadi “satelit” strategis yang mendukung operasional BIJB Kertajati.

“Kami menyarankan agar kedua bandara dihidupkan secara simultan. Jangan menunggu yang satu maju dulu baru yang lain menyusul,” ujar Farhan, Jumat (3/10/2025).

Usulan ini merupakan hasil kajian bersama antara Pemkot Bandung, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Barat.

PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Lanud Husein Sastranegara, dan PT Angkasa Pura II turut memberikan masukan dalam kajian tersebut.

Farhan mengakui aktivasi Bandara Husein Sastranegara menghadapi tantangan karena pemerintah pusat saat ini fokus mengaktifkan Kertajati sebagai hub utama.

“Kemenhub terbuka terhadap ide kami, tetapi mereka berpatokan pada perintah presiden untuk mengaktifkan Kertajati,” jelasnya.

Untuk itu, Farhan menekankan perlunya insentif bagi maskapai dan pelaku usaha agar mau memanfaatkan kedua bandara tersebut.

“Intervensi kepada dunia usaha penerbangan agar memajukan Kertajati harus dibarengi insentif bagi Husein,” tegasnya.

Bandara Husein Sastranegara memiliki luas lahan 145 hektare dan berlokasi strategis, hanya tiga kilometer dari Tol Pasteur serta terhubung ke Stasiun Cimindi.

Bandara yang berdiri sejak 1920 ini sempat ditutup pada Oktober 2023, dan seluruh penerbangan dialihkan ke Kertajati.

Pemkot Bandung mengusulkan agar Bandara Husein kembali fokus pada rute domestik unggulan, seperti Denpasar, Medan, dan Balikpapan.

Sementara untuk rute internasional, penerbangan ke Kuala Lumpur menjadi prioritas.

Farhan optimistis aktivasi dua bandara ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, yang pada semester pertama 2025 tumbuh 5,42 persen.

Ia menargetkan penyusunan masterplan gabungan Husein-Kertajati dalam 12 bulan ke depan, dengan harapan dapat diluncurkan sebagai “West Java Twin Airport” pada akhir 2026.

Dukungan terhadap pengaktifan dua bandara ini juga datang dari Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustafa, yang menilai Bandara Husein merupakan aset penting yang tidak boleh dibiarkan mati.