PemerintahanRanah

Andre Rosiade Lantik Pengurus Baru DPP IKM Periode 2026-2031

271
×

Andre Rosiade Lantik Pengurus Baru DPP IKM Periode 2026-2031

Sebarkan artikel ini
dpp-ikm-dikukuhkan,-raffi-ahmad-sampaikan-salam-hangat-presiden-untuk-urang-minang
DPP IKM Dikukuhkan, Raffi Ahmad Sampaikan Salam Hangat Presiden untuk Urang Minang

Jakarta – Andre Rosiade resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) periode 2026-2031. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dalam rangkaian acara Halal Bihalal di Gedung Nusantara IV DPR RI, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan tersebut. Raffi menyampaikan salam hangat dari Presiden kepada seluruh keluarga besar IKM.

Dalam sambutannya, Raffi menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberikan perhatian khusus bagi masyarakat Minang. Fokus utama pemerintah saat ini adalah percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto selalu memastikan bahwa masyarakat Minang tidak akan pernah merasa sendirian,” ujar Raffi.

Raffi memberikan apresiasi tinggi terhadap karakter pantang menyerah yang dimiliki masyarakat Minang. Ia menilai solidaritas dan ketangguhan “urang awak” menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadapi situasi sulit. Menurutnya, masyarakat Minang memiliki kemampuan untuk bangkit lebih cepat dari perkiraan.

Lebih lanjut, Raffi menekankan bahwa nilai kebersamaan dan keberanian merupakan fondasi utama persatuan masyarakat Minang, baik di ranah maupun di rantau. Ia menyebut keberanian untuk berjuang demi daerah dan sesama sebagai kekuatan solidaritas yang tak tergantikan.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran berbagai delegasi daerah, termasuk DPD IKM Surakarta. Kehadiran para perwakilan ini menjadi bukti nyata kuatnya ikatan persaudaraan perantau Minang di seluruh penjuru Indonesia.

Semangat kebersamaan tersebut selaras dengan falsafah Minangkabau, “tatungkuiak samo makan tanah, tatilantang samo minum aiah” atau senasib sepenanggungan. Raffi menegaskan bahwa di mana pun berada, masyarakat Minang tetap menjaga nilai gotong royong dan jati diri budaya sebagai identitas yang melekat kuat.

Jakarta – Andre Rosiade resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) periode 2026-2031. Prosesi pelantikan tersebut berlangsung khidmat dalam rangkaian acara Halal Bihalal di Gedung Nusantara IV DPR RI, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Agenda ini menjadi momentum penting bagi organisasi perantau Minang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen kontribusi bagi bangsa.

Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan tersebut. Raffi menyampaikan pesan khusus dari Presiden bahwa pemerintah terus memberikan perhatian serius bagi masyarakat Minang, khususnya terkait percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto selalu memastikan bahwa masyarakat Minang tidak akan pernah merasa sendirian,” ujar Raffi.

Raffi memberikan apresiasi tinggi terhadap karakter pantang menyerah yang melekat pada masyarakat Minang. Ia menilai solidaritas dan ketangguhan “urang awak” menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadapi situasi sulit. Menurutnya, masyarakat Minang memiliki kemampuan untuk bangkit lebih cepat dari perkiraan.

Lebih lanjut, Raffi menekankan bahwa nilai kebersamaan dan keberanian merupakan fondasi utama persatuan masyarakat Minang, baik di ranah maupun di rantau. Ia menyebut keberanian untuk berjuang demi daerah dan sesama sebagai kekuatan solidaritas yang tak tergantikan.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran berbagai delegasi daerah, termasuk DPD IKM Surakarta. Kehadiran para perwakilan ini menjadi bukti nyata kuatnya ikatan persaudaraan perantau Minang di seluruh penjuru Indonesia.

Semangat kebersamaan tersebut selaras dengan falsafah Minangkabau, “tatungkuiak samo makan tanah, tatilantang samo minum aiah” atau senasib sepenanggungan. Raffi menegaskan bahwa di mana pun berada, masyarakat Minang tetap menjaga nilai gotong royong dan jati diri budaya sebagai identitas yang melekat kuat.