Jakarta – PT Aneka Tambang (Antam) Tbk amankan pasokan bahan baku emas dalam negeri dengan menggandeng dua perusahaan tambang.
Lewat perjanjian jual beli emas (GSPA), Antam akan mendapatkan tambahan pasokan emas hingga 6 metrik ton per tahun.
Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menegaskan bahwa langkah ini selaras dengan visi perusahaan sebagai produsen emas terpercaya.
“Antam adalah produsen emas yang bersumber dari tambang Indonesia dan dimurnikan di refinery bersertifikasi LBMA tertua di Indonesia,” ujarnya, Kamis (13/6/2024).
Dalam kerja sama ini, Antam menggandeng PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), yang merupakan bagian dari Grup Merdeka.
Masing-masing GSPA berlaku selama dua tahun, dengan volume transaksi 3 metrik ton emas per tahun.
Antam berperan sebagai pembeli, sementara BSI dan PETS bertindak sebagai penjual.
Handi menjelaskan, Antam bertindak sebagai penghubung antara penambang dan pasar, mengolah hasil tambang Indonesia menjadi emas murni.
“Emas ini dipersembahkan kepada bangsa sebagai emas yang tahan uji dan diwariskan lintas generasi,” imbuhnya.
Transaksi emas granula hasil pemurnian domestik ini akan dilakukan secara terstruktur, memperkuat integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Kepastian suplai dari sumber yang jelas asal-usulnya menjadi fondasi penting dalam menjaga kekuatan merek emas Antam.
“Kami ingin emas Antam menjadi emas yang berakhlak, aman, dan nyaman dimiliki masyarakat,” tegas Handi.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan komitmen ESG perusahaan yang terus diperkuat.
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis.
Tujuannya, memastikan penyerapan produksi emas Merdeka secara optimal di dalam negeri.
“GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi, sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik,” pungkas Albert.






