PeristiwaRanah

Bakti BCA Perkuat Garda Depan Lawan Stunting di Padang Pariaman dengan Sistem Digital

857
×

Bakti BCA Perkuat Garda Depan Lawan Stunting di Padang Pariaman dengan Sistem Digital

Sebarkan artikel ini

Inisiatif ini berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dan perubahan perilaku gizi berkelanjutan, mulai dari ibu hamil hingga remaja.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui payung Bakti BCA menggelar kampanye “Ayo Cegah Stunting” (ACS) di Nagari Guguak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, pada Rabu (17/12).
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui payung Bakti BCA menggelar kampanye “Ayo Cegah Stunting” (ACS) di Nagari Guguak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, pada Rabu (17/12).

Pariaman – PT Bank Central Asia Tbk (BCA), melalui program Bakti BCA, meningkatkan intensitas perlawanan terhadap stunting di tingkat akar rumput.

Kampanye “Ayo Cegah Stunting” (ACS) yang digelar di Nagari Guguak, Kabupaten Padang Pariaman, pada Rabu (17/12), menjadi bukti komitmen perseroan dalam mewujudkan generasi sehat dan berkualitas.

Inisiatif ini berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dan perubahan perilaku gizi berkelanjutan, mulai dari ibu hamil hingga remaja.

Sejak 2024, Bakti BCA telah memetakan kondisi dan potensi wilayah untuk merancang intervensi yang tepat sasaran.

Pada 2025, program ACS diperluas dengan peningkatan kapasitas kader, pemanfaatan sistem digital, dan pelibatan remaja sebagai agen perubahan.

Langkah serupa juga dilakukan di Desa Taman Indah, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menekankan pentingnya perubahan perilaku gizi dan kesehatan di tingkat keluarga dan komunitas.

“Melalui program ACS, Bakti BCA berfokus pada penguatan kapasitas serta kemandirian masyarakat, mulai dari masa kehamilan hingga anak memasuki usia remaja. Harapannya upaya ini mampu membangkitkan kesadaran dan menciptakan perubahan perilaku masyarakat tentang pencegahan stunting secara holistik,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kampanye, Bakti BCA meluncurkan *dashboard* monitoring program Ayo Cegah Stunting.

Sistem digital ini memungkinkan kader posyandu dan tenaga kesehatan untuk mencatat, memantau, dan menganalisis pertumbuhan anak secara cepat dan akurat.

Visualisasi data yang sederhana membantu mendeteksi risiko stunting sejak dini dan memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi gizi di tingkat desa.

Selain itu, Bakti BCA menyalurkan dua unit alat *fetal monitor* ke Puskesmas Kayu Tanam di Nagari Guguak dan Puskesmas Pringgarata di Desa Taman Indah.

Bantuan ini bertujuan untuk memperkuat pemantauan kesehatan ibu hamil dan deteksi dini potensi risiko selama kehamilan.

Kampanye ini juga diisi dengan ajakan minum tablet tambah darah, apresiasi bagi para pihak yang terlibat aktif, serta pengukuhan Duta Stunting Remaja.

Para peserta Sekolah Lapangan Remaja ini diharapkan menjadi motor penggerak penyebaran pesan positif terkait gizi, kesehatan, dan pola hidup sehat di lingkungan sekitarnya.

Peserta program juga menampilkan praktik baik hasil implementasi di lapangan, termasuk hasil demplot pangan dari pemanfaatan lahan pekarangan dan sajian menu sehat sesuai standar gizi seimbang.

Hingga 10 November 2025, program ACS telah mendampingi gizi 1.050 keluarga dan 97 ibu hamil. Selain itu, 1.221 remaja telah teredukasi tentang pencegahan stunting, 44 kader ACS mendapat penguatan kapasitas, 2 posyandu menjadi percontohan, 1 aplikasi pemantauan diluncurkan, dan 23.815 bibit tanaman telah dibagikan.