Ranah

Bandara Kualanamu Layani Lonjakan Penumpang Selama Periode Lebaran

154
×

Bandara Kualanamu Layani Lonjakan Penumpang Selama Periode Lebaran

Sebarkan artikel ini
trafik-angkutan-lebaran-di-bandara-kualanamu-tumbuh-positif
Trafik Angkutan Lebaran di Bandara Kualanamu Tumbuh Positif

Deli Serdang – PT Angkasa Pura Aviasi mencatat lonjakan trafik penumpang yang signifikan di Bandara Internasional Kualanamu selama periode angkutan Lebaran 2026. Hingga 24 Maret 2026, jumlah pergerakan penumpang tercatat mencapai 28.103 orang, meningkat 29,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Peningkatan serupa juga terjadi pada pergerakan pesawat yang mencapai 176 penerbangan, atau tumbuh 26,6 persen secara tahunan. Tingginya permintaan layanan transportasi udara ini tercermin dari tingkat utilisasi penerbangan yang mencapai 93,1 persen dari total jadwal harian, dengan tingkat keterisian kursi (seat load factor) sebesar 90,2 persen.

Saat ini, Bandara Kualanamu telah memasuki fase arus balik Lebaran yang diproyeksikan berlangsung hingga H+8. Tren pergerakan penumpang menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada rute-rute menuju kota-kota besar.

Pelaksana tugas Director of Operation and Services PT Angkasa Pura Aviasi, Dedy Sri Cahyono, memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal, mulai dari kesiapan infrastruktur, personel, hingga koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal, termasuk kesiapan infrastruktur, personel, serta koordinasi dengan seluruh stakeholder,” ujar Dedy, Kamis (26/3/2026).

Bandara Kualanamu kini memperkuat konektivitas dengan melayani 17 maskapai dan 39 rute penerbangan. Pengelola bandara juga mengoperasikan pesawat berbadan lebar (wide body) jenis Airbus A330 untuk rute strategis domestik seperti Jakarta dan Batam, serta kembali membuka rute internasional menuju Jeddah.

Dedy menambahkan, kembalinya rute internasional tersebut menjadi indikator pemulihan konektivitas yang semakin kuat. Capaian ini merupakan hasil dari kesiapan operasional dan peningkatan kualitas layanan yang dilakukan secara menyeluruh.

Guna meningkatkan kenyamanan penumpang dan mengurai kepadatan di area check-in, pengelola bandara menerapkan sistem antrean serpentine line. Inovasi ini dinilai lebih efektif dalam memecah kepadatan serta mempercepat alur pelayanan agar lebih tertib. Optimalisasi layanan juga didukung oleh penguatan pengawasan operasional dan peningkatan on time performance.