EkonomiRanah

Bapanas Berupaya Stabilkan Harga Beras Hingga Tahun 2025

202
×

Bapanas Berupaya Stabilkan Harga Beras Hingga Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
bapanas-pastikan-stabilisasi-pasokan-dan-harga-beras-bergulir-sepanjang-2025
Bapanas Pastikan Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras Bergulir Sepanjang 2025

Jakarta – Kabar baik bagi masyarakat, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras akan terus berjalan sepanjang tahun.

Kepala Bapanas, Amran Sulaiman, menegaskan komitmen ini dalam keterangan tertulis, Selasa (4/11/2025).

“Tidak boleh berhenti. Sepanjang tahun kami jalankan dengan cermat dan terukur,” tegas Amran.

Penyaluran SPHP beras akan dilakukan secara terukur, dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing daerah. Tujuannya agar program ini tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi penerima.

Selain menjaga stabilitas harga, program ini juga bertujuan untuk menyeimbangkan pasokan dari hulu ke hilir.

Fokus penyaluran SPHP akan diarahkan ke wilayah non-produsen saat daerah sentra produksi beras sedang panen raya, yaitu pada bulan Maret hingga Mei.

Prioritas penyaluran SPHP akan diberikan kepada daerah pegunungan atau kota dengan keterbatasan pasokan lokal.

“Tujuannya agar harga stabil merata dan masyarakat tidak terbebani, sekaligus menjaga harga di tingkat petani tidak jatuh,” jelas Amran.

Amran berharap program SPHP dapat melindungi petani saat panen raya dan mencegah benturan harga beras di hulu dan hilir melalui pengaturan distribusi berdasarkan musim tanam dan panen.

“Kita harus jaga dua sisi, petani tetap sejahtera, konsumen tetap bisa membeli beras dengan harga wajar,” tegas Amran, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian.

Strategi penyaluran terukur ini juga mempertimbangkan pemantauan harga harian yang dilakukan Bapanas bersama stakeholder terkait.

Amran optimistis penyaluran SPHP akan lebih akurat dan cepat berkat kolaborasi lintas lembaga serta pemantauan pergerakan harga dan ketersediaan beras.

Upaya stabilisasi harga beras ini didukung oleh peningkatan capaian produksi beras sebanyak 34,77 juta ton dan stok beras nasional sebanyak 3,8 juta ton.