EkonomiRanah

BI Suntik Insentif, Bank Bergerak Salurkan Kredit Lebih

108
×

BI Suntik Insentif, Bank Bergerak Salurkan Kredit Lebih

Sebarkan artikel ini
bi-bakal-beri-insentif-untuk-perbankan-demi-genjot-penyaluran-kredit
BI bakal Beri Insentif untuk Perbankan Demi Genjot Penyaluran Kredit

Jakarta – Bank Indonesia (BI) akan memberikan insentif likuiditas makroprudensial kepada perbankan mulai 1 Desember 2025.

Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong bank menyalurkan kredit ke sektor strategis dan menurunkan suku bunga sesuai dengan BI Rate.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, insentif diberikan berdasarkan dua komitmen bank.

Pertama, komitmen menyalurkan kredit ke sektor tertentu (lending channel).

Kedua, komitmen menetapkan suku bunga kredit (interest rate channel).

Insentif lending channel maksimal 5 persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK).

Sementara insentif interest rate channel maksimal 0,5 persen dari DPK.

“Sehingga total insentif yang diterima menjadi paling tinggi sebesar 5,5 persen dari DPK,” kata Perry, Rabu (22/10/2025).

Sektor yang mendapat insentif lending channel meliputi pertanian, industri, hilirisasi, jasa (termasuk ekonomi kreatif), konstruksi, real estate, perumahan, UMKM, dan koperasi.

Deputi Gubernur BI Juda Agung menambahkan, insentif ini untuk mendorong pertumbuhan kredit, terutama sektor prioritas dalam program Asta Cita.

Per September 2025, kredit perbankan tumbuh 7,7 persen secara tahunan.

Insentif ini juga diharapkan mempercepat transmisi kebijakan penurunan suku bunga acuan.

Sejak September 2024, BI telah memangkas BI Rate sebanyak 150 basis poin.

Namun, penurunan suku bunga perbankan masih lambat.

Per September 2025, suku bunga deposito satu bulan hanya turun 29 bps menjadi 4,52 persen.

Suku bunga kredit perbankan turun 15 bps menjadi 9,05 persen pada September 2025.

Juda menjelaskan, insentif lending channel bersifat forward looking atau berorientasi ke depan.

Jika bank gagal menjalankan komitmen, akan ada penalti.

Untuk insentif interest rate channel, semakin cepat bank menurunkan suku bunga, semakin besar insentif yang diberikan.