Internasional

Pengalihan Peluru India ke Ukraina Picu Kecaman Rusia

889
×

Pengalihan Peluru India ke Ukraina Picu Kecaman Rusia

Sebarkan artikel ini
* Cara Bangkitkan Bisnis Anda dari Keterpurukan
* Optimalisasi SEO untuk Mendongkrak Traffic
* Kiat Efektif Menaikkan Penjualan Online

Jakarta – Peluru artileri buatan India telah dialihkan dari pelanggan Eropa ke Ukraina. Pengalihan ini mendapat kecaman dari Rusia, sekutu dekat New Delhi.

Sumber dari sebelas pejabat pemerintah dan industri pertahanan India dan Eropa mengonfirmasi bahwa India tidak menghentikan perdagangan amunisi itu, meski mendapat protes Moskow. Namun, pejabat India menyatakan bahwa jumlah amunisi yang diproduksi untuk Ukraina sangat kecil, diperkirakan di bawah 1% dari total senjata yang diimpor Kyiv.

Laporan tersebut tidak mengungkap apakah amunisi tersebut dijual kembali atau disumbangkan ke Ukraina oleh pelanggan Eropa. Italia dan Republik Ceko diketahui menjadi negara yang mengirim amunisi India ke Ukraina.

Pemerintah Ukraina, Italia, Spanyol, dan Ceko tidak merespons permintaan komentar. Namun, seorang pejabat India yang memantau situasi mengatakan, India belum mengambil tindakan untuk membatasi pasokan ke Eropa.

Pengalihan amunisi dari India telah berlangsung lebih dari setahun, menurut sumber dan data bea cukai. Moskow telah menyoroti masalah ini setidaknya dua kali, termasuk dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dengan mitranya dari India.

India mempunyai hubungan dekat dengan Rusia, pemasok senjata utamanya selama beberapa dekade. Namun, India juga melihat perang di Eropa sebagai peluang untuk mengembangkan ekspor senjatanya yang masih baru.

Selama dua tahun sebelum invasi Ukraina, India hanya mengekspor komponen amunisi senilai US$2,8 juta ke Italia, Republik Ceko, Spanyol, dan Slovenia. Setelah invasi, angka tersebut melonjak menjadi US$135,25 juta, termasuk amunisi jadi.