Ranah

BOM Run 2026: Sumbar Genjot Pariwisata Pasca Bencana

163
×

BOM Run 2026: Sumbar Genjot Pariwisata Pasca Bencana

Sebarkan artikel ini

Padang – Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan strategi jitu untuk membangkitkan sektor pariwisata pasca bencana. Ajang lari BOM Run 2026 menjadi andalan utama untuk memulihkan ekonomi daerah.

Pemerintah daerah menargetkan BOM Run 2026 sebagai penggerak utama.

Kesepakatan ini muncul dalam diskusi intensif di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (13/3/2026). Pertemuan itu menghadirkan berbagai pemangku kepentingan pariwisata.

Ketua TP2 Dewi Sumbar, Zuhrizul, menginisiasi acara ini sebagai momentum penting. Tujuannya adalah merumuskan strategi efektif untuk menghidupkan kembali pariwisata Sumbar.

BOM Run 2026 akan dikemas dengan konsep sport tourism. Konsep ini menggabungkan aktivitas olahraga dengan promosi potensi wisata daerah.

Sejumlah tokoh penting industri pariwisata Sumbar hadir dalam diskusi. Di antaranya Ketua BPPD Sumbar, Sari Lenggogeni, dan Ketua DPD ASITA Sumbar periode 2026–2031, Nadirsyah Bakri.

Para peserta sepakat bahwa sport tourism adalah strategi jitu. Strategi ini dinilai efektif menarik wisatawan dan menggerakkan roda perekonomian daerah.

Ikatan Alumni SMA Negeri 3 Padang (Ikasmantri) menggagas BOM Run 2026. Inisiatif ini merupakan kontribusi nyata alumni untuk menyelenggarakan ajang olahraga berskala luas.

Ketua Pelaksana BOM Run 2026, Revdi Iwan Syahputra, menegaskan bahwa acara ini lebih dari sekadar lomba lari. Menurutnya, ini adalah gerakan ekonomi yang melibatkan berbagai sektor.

Rangkaian kegiatan meriah bertajuk “Road to BOM Run” akan digelar. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam suasana mudik dan libur Lebaran.

Festival kuliner, pameran UMKM, dan promosi destinasi wisata kota menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian acara.

Kota Tua Padang dan Gunung Padang menjadi lokasi potensial penyelenggaraan acara. Kedua tempat ini memiliki nilai sejarah dan panorama yang menawan.

Yulviadi Adek, pemilik Kupi Batigo sekaligus Direktur Media dan Promosi Indonesia Creative City Network (ICCN), menekankan pentingnya kolaborasi. Kolaborasi antara komunitas, ekonomi kreatif, dan event olahraga dinilai dapat memperkuat daya tarik pariwisata Sumbar.

Forum tersebut juga menyoroti perlunya penyusunan road map pariwisata Sumbar yang komprehensif. Penguatan destination branding serta pembukaan peluang pasar wisata internasional juga menjadi perhatian.

Salah satu gagasan yang muncul adalah pembukaan penerbangan langsung dari Yunnan, Tiongkok, ke Padang. Hal ini bertujuan untuk menarik wisatawan mancanegara.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, BOM Run 2026 diharapkan menjadi katalisator. Ajang ini diharapkan dapat mempromosikan wisata, kuliner, UMKM, dan destinasi bersejarah di Sumatera Barat.

Ajang ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian daerah. Selain itu, diharapkan dapat memposisikan Sumbar sebagai destinasi wisata unggulan.