HukumPeristiwaRanah

Calon Wali Kota Padang Dorong Regulasi Tegas Cegah Kenakalan Remaja

670
×

Calon Wali Kota Padang Dorong Regulasi Tegas Cegah Kenakalan Remaja

Sebarkan artikel ini
braditi-moulevey-dorong-ciptakan-perwako-yang-tegas-soal-kenakalan-remaja
Braditi Moulevey Dorong Ciptakan Perwako yang Tegas Soal Kenakalan Remaja

Padang – Bakal Calon Wali Kota Padang, Braditi Moulevey, mendesak peninjauan Peraturan Wali Kota Padang tentang Kenakalan Remaja.

“Perwako itu mendesak dievaluasi karena sudah tidak sesuai dengan kondisi dinamika kota yang kompleks,” kata Moulevey kepada wartawan, Rabu (26/6/2024).

Moulevey meminta pemerintah membuat regulasi yang jelas dan tegas untuk mengatasi kenakalan remaja yang marak terjadi di ibu kota Sumatera Barat tersebut.

“Tawuran terjadi berulang kali, bahkan nyaris setiap akhir pekan. Ini sudah tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Menurut Moulevey, regulasi yang jelas dan tegas dibutuhkan untuk mencegah dan memberantas aksi tawuran dan kenakalan remaja.

“Aturan itu harus jelas dan tegas mengatur bahwa tawuran dan kenakalan remaja yang merugikan masyarakat tidak bisa ditoleransi,” ujarnya.

Moulevey juga mengusulkan agar pelajar yang terbukti melakukan tindakan menyimpang, kriminal, dan anarkis dikeluarkan dari sekolah dan tidak bisa pindah pendidikan ke Padang.

“Disdik dan kepala sekolah harus membuat pakta integritas bagi siswa yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Keluarga Minang tersebut.

Sementara itu, untuk pelajar SMA, Moulevey meminta pemerintah provinsi melakukan hal serupa.

“Semua ini harus kita lakukan demi mencegah kenakalan remaja,” imbuhnya.

Moulevey menyatakan siap membuat regulasi yang jelas dan tegas untuk mengatasi kenakalan remaja jika terpilih menjadi Wali Kota Padang.

“Konsepnya sudah saya siapkan, tinggal dieksekusi jika saya mendapat amanah memimpin Padang,” kata Ketua BPC HIPMI Padang tersebut.

Usut Tuntas Kematian Remaja

Moulevey juga meminta polisi mengusut tuntas kasus tawuran yang menewaskan remaja bernama Afif Maulana (13) pada 9 Juni 2024.

“Polisi harus mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas pelaku, siapa pun mereka,” tegas Moulevey.