Jakarta – Musim MotoGP 2025 menjadi mimpi buruk bagi Jorge Martin. Serangkaian cedera menghantam pembalap Aprilia tersebut, membuatnya terpuruk di klasemen.
Juara dunia tahun lalu itu mengalami empat cedera serius yang membuatnya hanya mampu menempati posisi ke-21 di akhir musim.
Kepindahan Martin dari Pramac Ducati ke Aprilia sempat menjadi sorotan. Namun, musim ini justru menjadi periode terberat dalam kariernya.
Masalah sudah menghantui Martin bahkan sebelum musim dimulai. Ia terjatuh saat tes pramusim dan kembali cedera saat latihan, yang menunda debutnya bersama Aprilia.
Nasib buruk terus berlanjut. Kecelakaan lain menyebabkan 11 tulang rusuknya patah, memaksanya absen dalam waktu yang lama.
Sempat kembali membalap dan menemukan ritme di Brno, Martin kembali harus dirawat di rumah sakit akibat kesalahan saat start sprint race di Motegi.
Selain masalah di lintasan, upaya Martin untuk keluar dari kontrak Aprilia dan bergabung dengan tim pabrikan Honda juga menambah rumit situasi.
Meski demikian, pembalap berusia 27 tahun itu menegaskan tidak pernah mempertanyakan mengapa semua ini terjadi padanya. Ia menganggapnya sebagai bagian dari perjalanan seorang pembalap.
“Tidak ada gunanya terjebak dalam pikiran mempertanyakan keadaan,” kata Martin.
Ia memilih untuk fokus memahami apa yang terjadi dan mengapa, agar kesalahan serupa tidak terulang. Martin kini fokus mempersiapkan diri untuk musim berikutnya.
Martin menegaskan tidak ingin terus memikirkan masa sulit. Ia berada di Valencia untuk membangun setelan motor dan bersiap menyongsong musim baru.
Sebagai informasi, Martin bergabung dengan Aprilia dengan status juara dunia MotoGP setelah mengalahkan Francesco Bagnaia pada musim sebelumnya.
Aprilia sendiri sempat mengalami kesulitan di awal musim 2025. Namun, pembaruan di pertengahan musim membuat motor RS-GP menjadi kompetitif dan mampu meraih kemenangan.






