Ranah

Danantara Pacu Hilirisasi: 18 Proyek Mulai Maret?

245
×

Danantara Pacu Hilirisasi: 18 Proyek Mulai Maret?

Sebarkan artikel ini
danantara:-proyek-penghiliran-mencakup-bauksit-dan-unggas
Danantara: Proyek Penghiliran Mencakup Bauksit dan Unggas

Jakarta – Pemerintah berencana memulai pelaksanaan sejumlah proyek hilirisasi strategis mulai Februari 2026. Nilai investasi proyek-proyek tersebut diperkirakan mencapai US$ 6 miliar atau setara Rp 101 triliun.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan antara 6 hingga 11 proyek dapat berjalan sesuai jadwal. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menjadi pihak yang merealisasikan target tersebut.

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa proyek-proyek ini akan tersebar di berbagai sektor dan wilayah di Indonesia.

“Ada bauksit, aluminium di Balikpapan, kemudian ada bioavtur, refinery, kemudian ada unggas di 5 tempat,” kata Rosan di IDN HQ, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Rosan menambahkan, proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari 18 proyek yang ditargetkan dimulai paling lambat Maret.

Salah satu fokus utama adalah proyek waste to energy (PSEL) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Proyek PSEL akan diimplementasikan di 33 kabupaten/kota dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.000 ton sampah per hari.

“Jadi dan yang ikut itu di atas 100 perusahaan dengan teknologi kami minta yang tertinggi,” ujar Rosan.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa 18 proyek hilirisasi telah melewati tahap pra-studi kelayakan. Total nilai investasi proyek-proyek ini diperkirakan mencapai Rp 600 triliun.

Selain PSEL, pemerintah juga akan melakukan groundbreaking pada proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).

DME diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada gas LPG.

“Orientasi kerja harus sepenuhnya untuk kepentingan bangsa dan negara serta masyarakat, dengan meninggalkan kepentingan pribadi dan ego sektoral,” tegas Prasetyo pada Kamis (8/1/2026).