PemerintahRanah

Defisit Rp100 Miliar, Bupati Dharmasraya Minta Pejabat Kerja Keras atau Mundur

554
×

Defisit Rp100 Miliar, Bupati Dharmasraya Minta Pejabat Kerja Keras atau Mundur

Sebarkan artikel ini
Calon Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya, Anisa Suci Ramadhani dan Leli Arni. Foto : Istimewa
Calon Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya, Anisa Suci Ramadhani dan Leli Arni. Foto : Istimewa

Dharmasraya – Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Rahmadani, memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran pemerintahan, khususnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), dalam apel gabungan, Senin (14/4/2025).

Bupati yang didampingi Wakil Bupati, Leli Arni, dan pejabat lainnya, menegaskan agar seluruh pegawai siap bekerja keras membangun Dharmasraya. Ia bahkan meminta Kepala Dinas PU untuk mundur jika tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut.

Ketegasan Bupati Annisa dilatarbelakangi defisit anggaran daerah yang mencapai hampir Rp100 miliar.

Kondisi ini diperparah dengan kebijakan efisiensi anggaran yang mengakibatkan dana pembangunan infrastruktur menjadi nol rupiah.

Bupati juga menyoroti sulitnya menghubungi Kepala Dinas PU, yang dianggapnya menghambat koordinasi dan kinerja pembangunan.

“Saya butuh tim yang solid untuk memperbaiki semuanya,” tegas Bupati Annisa.

Ia mengaku bekerja keras dari pagi hingga tengah malam, bahkan di hari Minggu, demi kemajuan Dharmasraya. Bupati menekankan pentingnya tanggung jawab dan sumpah jabatan sebagai abdi negara. Ia juga mengingatkan bahwa keluhan masyarakat terkait jalan rusak, jembatan putus, dan kesulitan air bersih, jauh lebih keras daripada tegurannya.

Bupati Annisa berjanji akan melibatkan diri secara langsung dalam pembangunan Dharmasraya dan mempersiapkan segala instrumen yang dibutuhkan.

Ia juga menjanjikan peningkatan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi seluruh pegawai, dengan syarat mereka bekerja keras dan membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembentukan Perusahaan Daerah.

Bupati juga menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Ia mencontohkan penolakannya terhadap pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan dan lebih memilih perusahaan tersebut menyalurkan bantuan untuk program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bupati Annisa mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk bekerja maksimal dan mewujudkan Dharmasraya yang sejahtera dan merata.