NusantaraPemerintahan

Garuda Indonesia Gelar RUPSLB, Pilih Direktur Keuangan Baru

295
×

Garuda Indonesia Gelar RUPSLB, Pilih Direktur Keuangan Baru

Sebarkan artikel ini
rupslb-garuda-indonesia-bakal-rombak-pengurus-pertengahan-oktober
RUPSLB Garuda Indonesia Bakal Rombak Pengurus Pertengahan Oktober

Tangerang – Garuda Indonesia segera memiliki Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko baru. Penetapan akan dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Oktober 2025.

RUPSLB akan berlangsung di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Agenda utama adalah mengisi kekosongan posisi direktur keuangan yang dinilai krusial.

“Keberadaan direktur keuangan definitif menjadi sangat penting,” kata VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Cahyadi Indrananto, Kamis (2/10/2025).

Menurut Cahyadi, posisi tersebut penting karena Garuda Indonesia tengah merampungkan restrukturisasi dengan dukungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Kementerian BUMN sebagai pemegang saham seri A Dwiwarna memiliki kewenangan penuh dalam mengusulkan nama calon.

Cahyadi enggan membeberkan nama-nama kandidat. “Garuda akan menjalankan sepenuhnya keputusan RUPS,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN telah mengusulkan perubahan pengurus perseroan melalui surat tertanggal 22 September 2025.

Isu perubahan pengurus Garuda Indonesia sendiri telah beredar sejak awal September 2025.

Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, sempat menyinggung kemungkinan masuknya eksekutif Singapore Airline ke Garuda Indonesia, namun ia meragukan hal itu akan otomatis meningkatkan kinerja.

Pada semester I 2025, Garuda Indonesia mencatatkan kerugian US$ 142,8 juta atau sekitar Rp 2,3 triliun, lebih besar dari periode sama tahun sebelumnya yang rugi Rp 1,6 triliun.

Pendapatan Garuda Indonesia turun dari Rp 26,6 triliun menjadi Rp 24,9 triliun pada Januari-Juni 2025. Liabilitas tercatat Rp 133,2 triliun dan ekuitas Rp 23,3 miliar.

Total aset per 30 Juni 2025 sebesar Rp 108,2 triliun, turun dari Rp 109,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pada Juni 2025, PT Danantara Asset Management (DAM) memberikan pinjaman Rp 6,65 triliun untuk kebutuhan perawatan pesawat Garuda.