Jakarta – Garuda Indonesia resmi memiliki Direktur Utama baru. Glenny Kairupan ditunjuk menggantikan Wamildan Tsani dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (15/10/2025).
RUPSLB yang memutuskan pergantian pucuk pimpinan itu berlangsung di Gedung Manajemen Garuda, Jakarta.
Glenny Kairupan bukan sosok asing di tubuh maskapai pelat merah tersebut.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai komisaris Garuda Indonesia saat Wamildan Tsani masih menjabat sebagai Direktur Utama.
Kedekatan Glenny dengan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan.
Lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1973 ini tercatat sebagai Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra periode 2020-2025.
Pria kelahiran Manado ini pernah mencoba peruntungan di dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai wakil gubernur Sulawesi Utara pada 2015, mendampingi Maya Rumantir.
Namun, pasangan ini harus mengakui keunggulan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw.
Masa kecil Glenny dihabiskan di kawasan Petojo, Jakarta.
Di sana, ia bertetangga dengan AM Hendropriyono, sosok yang menginspirasinya untuk masuk AKABRI.
Pensiunan jenderal ini memulai karier militernya pada 1973 dan pensiun pada 2004 dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal.
Selama berdinas, Glenny terlibat dalam Operasi Seroja di Timor Timur dan Operasi Guntur.
Pada 1980, ia mengikuti pendidikan di Hawaii bersama Divisi Infanteri 25 Angkatan Darat Amerika Serikat.
Tiga tahun berselang, ia melanjutkan Kursus Lanjutan Perwira di Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat.
Sebelum pensiun, Glenny bertugas di Lembaga Ketahanan Nasional sebagai Widyaiswara Madya Bidang Geografi dan Sumber Kekayaan Alam dengan pangkat Brigadir Jenderal.
Pada 10 Agustus 2025, Glenny menerima kenaikan pangkat kehormatan menjadi Letnan Jenderal (Kehormatan) dari Presiden Prabowo Subianto atas jasanya dalam Operasi Timor Timur.






