Ranah

Gubernur BI: Ruang Menurunkan Suku Bunga Semakin Tertutup

148
×

Gubernur BI: Ruang Menurunkan Suku Bunga Semakin Tertutup

Sebarkan artikel ini
gubernur-bi:-ruang-menurunkan-suku-bunga-semakin-tertutup
Gubernur BI: Ruang Menurunkan Suku Bunga Semakin Tertutup

GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan ruang untuk memangkas suku bunga acuan atau BI-Rate ke depan akan semakin tertutup. Menurutnya, konflik di Timur Tengah berimbas pada menguatnya indeks dolar Amerika Serikat dan keluarnya modal asing dari pasar keuangan domestik.

Perry menyebutkan BI perlu merekalibrasi berbagai kebijakan ke arah stabilitas. “Meskipun BI-Rate kami pertahankan 4,75; nampaknya ke depan untuk ruang penurunannya kemungkinan semakin lama semakin tertutup dan kami juga harus menyikapinya untuk stabilitas,” kata Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu, 8 APril 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

BI juga telah meningkatkan lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sejak awal tahun ini. Langkah tersebut berbalik arah dari strategi pada 2025 ketika BI mengurangi  peredaran SRBI untuk mendukung ekspansi likuiditas. Menurut Perry, strategi meningkatkan SRBI ini bertujuan untuk menarik modal masuk ke pasar domestik sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar. 

Kebijakan lainnya adalah pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. “Tahun ini kami secara year to date sudah membeli Rp 90,05 triliun. Itu yang kami sudah lakukan,” ucap Perry.

Sepanjang 2025, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak 5 kali sebesar 125 bps menjadi 4,75 persen. Posisi tersebut merupakan yang terendah sejak 2022.

Pada Rapat Dewan Gubernur Maret lalu, BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen. BI juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 5,50 persen.