BeritaRanahTeknologi

Gubernur Mahyeldi Dorong Generasi Muda Gunakan AI dengan Berpikir Kritis

55
×

Gubernur Mahyeldi Dorong Generasi Muda Gunakan AI dengan Berpikir Kritis

Sebarkan artikel ini
gubernur-mahyeldi-ingatkan-generasi-muda,-kuasai-ai-tanpa-kehilangan-karakter
Gubernur Mahyeldi Ingatkan Generasi Muda, Kuasai AI Tanpa Kehilangan Karakter

Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mewanti-wanti generasi muda agar tetap memegang teguh integritas moral di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Peringatan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka pelatihan literasi AI dalam program AI Ready ASEAN di Auditorium Universitas Negeri Padang, Kamis (3/9/2026).

Ia menegaskan bahwa kendali teknologi harus sepenuhnya berada di tangan manusia guna mencegah degradasi nilai-nilai kemanusiaan.

Mahyeldi menyoroti bahwa meskipun AI menawarkan kecepatan dan efisiensi kerja, sistem tersebut sama sekali tidak memiliki moralitas.

Para pelajar diminta untuk tidak menelan mentah-mentah setiap informasi yang disajikan oleh platform digital.

Kemampuan berpikir kritis, mempertanyakan, serta melakukan verifikasi data menjadi benteng utama dalam menghadapi arus informasi berbasis AI.

Fondasi karakter masyarakat Minangkabau yang mengedepankan akal dan pertimbangan matang harus menjadi landasan dalam mengadopsi kemajuan teknologi.

Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Yayasan Ruangguru, dan ASEAN Foundation untuk meningkatkan kesiapan ekosistem digital di sekolah.

Head of Programme ASEAN Foundation, Ilan Asqolani, mengungkapkan bahwa inisiatif yang didukung Google.org ini telah menjangkau 8,6 juta orang di seluruh Asia Tenggara.

Capaian di Indonesia bahkan melampaui target awal dengan menyentuh lebih dari 5,4 juta penerima manfaat.

Ilan menekankan urgensi pemahaman terhadap risiko dan keterbatasan teknologi agar masyarakat mampu memanfaatkannya secara etis dan bertanggung jawab.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahyan, mengonfirmasi bahwa pelatihan ini diikuti oleh seluruh kepala SMA/SMK di wilayah Sumatera Barat.

Sebanyak 1.000 siswa hadir secara langsung di lokasi, sementara ribuan peserta lainnya mengikuti sesi pelatihan melalui jaringan daring.

Penyelenggara berharap kegiatan ini mampu memicu inovasi pembelajaran sekaligus memperkuat etika digital di lingkungan sekolah.