BeritaRanah

Gubernur Mahyeldi Hentikan Sementara Operasional Dapur SPPG Palupuh Selama Investigasi

55
×

Gubernur Mahyeldi Hentikan Sementara Operasional Dapur SPPG Palupuh Selama Investigasi

Sebarkan artikel ini
gubernur-mahyeldi-perintahkan-sppg-palupuh-ditutup-sementara,-tunggu-hasil-investigasi
Gubernur Mahyeldi Perintahkan SPPG Palupuh Ditutup Sementara, Tunggu Hasil Investigasi

Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, resmi menghentikan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.

Langkah tegas ini diambil sebagai respons cepat atas insiden keracunan massal yang menyerang 237 siswa dan guru.

Para korban sebelumnya dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, hingga sakit perut setelah menyantap menu telur puyuh dan sayuran pada Selasa (1/9).

Mahyeldi menegaskan bahwa penutupan sementara tersebut bertujuan untuk menjamin keamanan pangan sekaligus memberikan ruang bagi tim investigasi bekerja secara objektif.

Dinas Kesehatan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kini tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sampel makanan serta alur pengolahan di dapur tersebut.

Operasional dapur baru akan diizinkan kembali setelah hasil laboratorium memastikan tidak ada lagi risiko kesehatan yang membahayakan.

Kepala SPPG Palupuh, Wahyu Saputra, mengaku terkejut dengan kejadian ini karena tidak ada keluhan yang muncul saat proses distribusi makanan berlangsung.

Pihak pengelola kini terus berkoordinasi dengan instansi terkait sembari menanti hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang disajikan.

Gubernur Mahyeldi menginstruksikan seluruh pengelola dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Barat untuk segera mengevaluasi standar kebersihan dan pengawasan distribusi.

Ia menekankan bahwa kualitas dan keamanan gizi harus menjadi prioritas mutlak agar program pemerintah tidak justru membahayakan kesehatan anak-anak.

Saat ini, seluruh siswa dan guru yang sempat mendapatkan perawatan medis telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memantau kondisi para korban sembari menunggu hasil penyelidikan tuntas terkait penyebab pasti insiden tersebut.