EkonomiRanah

Harga Minyak Global Jatuh, PNBP Migas 2025 Terkoreksi

213
×

Harga Minyak Global Jatuh, PNBP Migas 2025 Terkoreksi

Sebarkan artikel ini
penerimaan-negara-dari-sektor-migas-2025-meleset-dari-target
Penerimaan Negara dari Sektor Migas 2025 Meleset dari Target

Jakarta – Target penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi (migas) pada 2025 tidak tercapai. Pemerintah mencatat hanya 83,7% dari target yang berhasil dikumpulkan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan PNBP migas 2025 hanya mencapai Rp 105,4 triliun dari target Rp 125,46 triliun.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

“Pendapatan negara di sektor migas mencapai sekitar 83 persen dari target,” ujar Bahlil.

Selain tak mencapai target APBN, realisasi PNBP migas tahun lalu juga lebih rendah dari capaian 2024 yang sebesar Rp 110,9 triliun.

Bahlil menjelaskan, penurunan ini disebabkan harga minyak global yang lebih rendah dari asumsi yang ditetapkan dalam APBN.

Pemerintah menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$ 82 per barel. Namun, rata-rata harga minyak sepanjang 2025 hanya US$ 68 per barel.

Realisasi investasi di sektor ESDM juga mengalami penurunan. Investasi tercatat US$ 31,7 miliar, turun 1,9% dibandingkan 2024 sebesar US$ 32,3 miliar.

Investasi tersebut terdiri dari sektor mineral dan batu bara sebesar US$ 6,7 miliar, migas US$ 18 miliar, ketenagalistrikan US$ 4,6 miliar, serta energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) sebesar US$ 2,4 miliar.

Bahlil menyoroti penurunan investasi di sektor ketenagalistrikan. Pemerintah berencana mempercepat pembangunan pembangkit listrik baru yang telah disetujui dalam RUPTL.

“Nanti habis ini saya akan rapat dengan PLN. Kami akan mendorong percepatan pembangunan pembangkit-pembangkit baru yang sudah disetujui dalam RUPTL,” katanya.

Meski demikian, sektor ESDM tetap memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Sepanjang 2025, sektor ini mencatat 871.574 tenaga kerja langsung.