Ranah

IHSG Terangkat, Pasar Cermati Arah Suku Bunga BI

184
×

IHSG Terangkat, Pasar Cermati Arah Suku Bunga BI

Sebarkan artikel ini
ihsg-menguat-dan-bi-diprediksi-tahan-suku-bunga
IHSG Menguat dan BI Diprediksi Tahan Suku Bunga

Jakarta – Optimisme pasar terhadap kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026.

IHSG dibuka melonjak 47,22 poin atau 0,57 persen, mencapai level 8.357,45.

Indeks LQ45, yang berisikan 45 saham unggulan, juga mengalami kenaikan sebesar 3,83 poin atau 0,46 persen ke posisi 842,37.

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas sebelumnya memproyeksikan IHSG akan bergerak menguat pada hari ini.

Fokus utama pelaku pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

Konsensus dari 12 institusi memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen.

Keputusan ini diyakini sebagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Data inflasi Indonesia untuk Januari 2026 menunjukkan angka 3,55 persen (yoy), dinilai relatif terkendali.

Hal ini membuka peluang bagi BI untuk menurunkan suku bunga di masa depan, berpotensi mulai Maret 2026, tergantung pada dinamika pasar.

Di sisi lain, utang luar negeri Indonesia pada kuartal IV-2025 tercatat meningkat menjadi US$ 431,7 miliar.

Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan utang pemerintah akibat masuknya dana asing ke Surat Berharga Negara (SBN).

Meskipun berpotensi memberikan tekanan pada Rupiah dan pasar obligasi, struktur utang luar negeri Indonesia dinilai masih sehat.

Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di angka 29,9 persen, dengan dominasi utang jangka panjang mencapai 85,7 persen.

Dari eksternal, risalah rapat FOMC The Fed periode Januari 2026 mengindikasikan bahwa mayoritas pejabat The Fed sepakat untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5-3,75 persen.

Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai langkah kebijakan selanjutnya.

Sebagian pejabat membuka peluang penurunan suku bunga jika inflasi di Amerika Serikat melandai, sementara yang lain mempertimbangkan opsi kenaikan jika inflasi tetap tinggi.