Jakarta – Transformasi digital di Indonesia memasuki babak baru. Pembangunan konektivitas nasional harus dilakukan secara kolaboratif.
Kesepakatan ini dicapai oleh para pemimpin industri, regulator, dan pelaku teknologi. Tujuannya agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat era digital secara merata, efisien, dan berkelanjutan.
Forum yang mempertemukan para pemimpin teknologi ini membahas bagaimana konektivitas dapat menjadi fondasi pemerataan pembangunan.
Selain itu, forum ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat digitalisasi inklusif.
Isu strategis yang disorot meliputi pemerataan akses internet, peningkatan talenta digital, hingga penerapan inovasi hijau.
Linknet, bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam National Technology Summit 2025. Mereka berkomitmen memperluas jaringan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Forum ini wujud nyata tanggung jawab korporasi untuk give back to the nation. Visi kami adalah building the nation for a better life,” ujar Yosafat Hutagalung dari Linknet, Rabu (5/11/2025).
Pendekatan open access membuka peluang bagi penyedia layanan lain untuk menggunakan infrastruktur yang tersedia.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menekankan pentingnya membangun jaringan yang tidak hanya cepat, tetapi juga bermakna dan inklusif.
“Kita bergerak ke arah meaningful connectivity. Konektivitas yang sudah terbang di Nusantara, dengan subsea cable sepanjang lebih dari 56.000 kilometer, menjadi fondasi penting,” ujar Nezar.
Ia menambahkan, penetrasi internet sudah lebih dari 80%, dan wilayah yang di-cover oleh konektivitas 4G mencapai 90% dari wilayah Indonesia.






