RanahTeknologi

Inggris Incar Pasar Keamanan Siber Indonesia, Apa Strateginya?

144
×

Inggris Incar Pasar Keamanan Siber Indonesia, Apa Strateginya?

Sebarkan artikel ini
sebanyak-11-perusahaan-inggris-jajaki-bisnis-keamanan-siber-di-ri
Sebanyak 11 Perusahaan Inggris Jajaki Bisnis Keamanan Siber di RI

Jakarta – Inggris memperkuat kerja sama keamanan siber dengan Indonesia. Sebanyak 11 perusahaan keamanan siber terkemuka asal Inggris siap beroperasi di Tanah Air.

Misi perdagangan siber ini diluncurkan pada Senin (27/10/2025). Tujuannya untuk memperdalam kemitraan strategis antara kedua negara.

Wakil Duta Besar Inggris, Matthew Downing, menekankan pentingnya kolaborasi ini. Menurutnya, 11 perusahaan tersebut mewakili sektor inovatif yang melibatkan akademisi, pengusaha, dan pemerintah.

Perusahaan-perusahaan yang terlibat meliputi Age Check Certification Scheme, ASA Group/KKG Security, Athenian Tech Limited, BAE Systems Digital Intelligence, CyBOK, Darktrace, Friday Initiatives, Goldilock, ITM Systems, Safeware/Glasswall, dan Secatr.

Downing menyatakan, misi ini menandai penguatan hubungan Inggris dan Indonesia. “Ini membuka peluang sekaligus memperdalam kerja sama,” ujarnya saat membuka diskusi di Jakarta.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menambahkan bahwa Inggris telah mendukung Indonesia dalam membangun tata kelola siber yang aman melalui Program Siber Indo-Pasifik.

Inggris, kata Jermey, menghadirkan perusahaan siber unggulan dengan inovasi terkini. Tujuannya untuk mendukung Indonesia memperkuat ketahanan digital dan mengembangkan ekosistem keamanan siber.

“Peta jalan ini diharapkan dapat membawa Indonesia menjadi pemimpin ekonomi digital di tahun 2030,” kata Jermey.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris, Rodney Berkeley, menegaskan Inggris adalah pemimpin global dalam keamanan siber.

Inggris memiliki lebih dari 2.100 perusahaan dan 67.000 profesional siber. Mereka menyediakan solusi terkini di berbagai sektor.

“Sebagai eksportir produk dan layanan siber terbesar ketiga di dunia, Inggris menggabungkan inovasi dengan standarisasi yang dijamin oleh pemerintah,” ujar Berkeley.

Misi perdagangan ini berlangsung selama tiga hari, dari 27 hingga 29 Oktober 2025. Delegasi Inggris akan mengikuti serangkaian kegiatan untuk membangun kolaborasi dan kemitraan praktis.

Kegiatan utama meliputi acara business matchmaking dan Forum Keamanan Siber Inggris-Indonesia. Acara ini akan dihadiri para ahli dari kedua negara untuk bertukar gagasan dan mendiskusikan pendekatan kolaboratif.