EkonomiRanah

Insannul Kamil Dorong Penguatan Kemitraan Konstruksi Indonesia dan China di ASEAN

58
×

Insannul Kamil Dorong Penguatan Kemitraan Konstruksi Indonesia dan China di ASEAN

Sebarkan artikel ini
di-forum-asean-china,-insannul-kamil-dorong-kemitraan-konstruksi-yang-berkualitas-dan-berkelanjutan
Di Forum ASEAN-China, Insannul Kamil Dorong Kemitraan Konstruksi yang Berkualitas dan Berkelanjutan

Guangzhou – Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia, Insannul Kamil, mendesak penguatan kemitraan strategis sektor konstruksi antara Indonesia, China, dan negara-negara ASEAN.

Dorongan tersebut mengemuka dalam forum internasional The 4th ASEAN-China Forum on Building Industry yang berlangsung di Guangzhou, China, pada 22-23 September 2026.

Forum yang diinisiasi oleh Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan China ini mengangkat tema besar “Exploring New Opportunities, Building New Cities Together”.

Sebelum memulai diskusi, para delegasi sempat meninjau pameran robotik konstruksi di kawasan Guangdong-Hong Kong-Macao untuk mengamati adopsi teknologi pintar terkini.

Insannul Kamil menegaskan bahwa Indonesia memiliki ekosistem pembangunan yang sangat potensial berkat besarnya pasar domestik serta posisi strategis di kawasan ASEAN.

Ia menilai hubungan investasi antara Indonesia dan China kini telah berevolusi menjadi ekosistem lintas sektor yang mencakup energi, logistik, hingga teknologi konstruksi.

Namun, ia mengingatkan pentingnya pergeseran fokus dari sekadar mengejar kuantitas proyek menuju peningkatan kualitas kemitraan yang berkelanjutan.

“Tahap berikutnya bukan sekadar memperbanyak proyek konstruksi dan infrastruktur, tetapi meningkatkan kualitas kemitraan dengan menghubungkan investasi China dengan perusahaan nasional, SDM profesional, rantai pasok lokal, transfer teknologi, peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi, kualitas, keselamatan, dan kepatuhan,” tegas Insannul.

LPJK memposisikan diri sebagai jembatan vital untuk memastikan investasi global mampu memberikan nilai tambah nyata bagi kapasitas industri nasional.

Investasi yang masuk diharapkan tidak hanya meninggalkan aset fisik, tetapi juga mampu mendongkrak kapabilitas sumber daya manusia serta daya saing perusahaan lokal.

Industri konstruksi nasional kini dituntut untuk segera beradaptasi dengan inovasi digital seperti kecerdasan buatan, machine learning, hingga building information modeling.

“Perusahaan tidak hanya memperoleh pekerjaan, tetapi harus naik kelas,” tambah Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia tersebut.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator utama bagi terciptanya pembangunan kota masa depan yang berkelanjutan di seluruh kawasan ASEAN.