Ranah

IPCC Raup Laba, Ekspor-Impor Kendaraan Melonjak Tinggi

145
×

IPCC Raup Laba, Ekspor-Impor Kendaraan Melonjak Tinggi

Sebarkan artikel ini
indonesia-kendaraan-terminal-mencetak-laba-rp-190,2-miliar
Indonesia Kendaraan Terminal Mencetak Laba Rp 190,2 Miliar

Jakarta – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencetak kinerja gemilang pada kuartal III 2025. Laba bersih perusahaan melonjak menjadi Rp 190,2 miliar, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba bersih ini didorong oleh pendapatan operasi yang mencapai Rp 660,2 miliar.

Laporan keuangan IPCC yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan peningkatan pendapatan dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 585,8 miliar.

Pelayanan jasa terminal menjadi kontributor utama pendapatan IPCC, menyumbang Rp 591,3 miliar.

Selain itu, IPCC juga memperoleh pendapatan dari jasa barang sebesar Rp 35,9 miliar, rupa-rupa usaha Rp 32,3 miliar, serta pengusahaan tanah, air, dan listrik senilai Rp 547 juta.

Hingga September 2025, total aset IPCC tercatat mencapai Rp 1,9 triliun. Aset lancar sebesar Rp 1 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 884,7 miliar.

Sementara itu, liabilitas IPCC tercatat sebesar Rp 586,7 miliar dan ekuitas sebesar Rp 1,3 triliun.

Pertumbuhan ekspor Completely Built-Up (CBU) juga menjadi sorotan, naik 6,91 persen secara tahunan menjadi 171 ribu unit pada semester I 2025.

Impor juga mengalami lonjakan signifikan, tumbuh 85,39 persen secara tahunan menjadi 57 ribu unit.

Dari total impor tersebut, 28 ribu unit merupakan mobil listrik berbasis baterai.

BYD mendominasi impor kendaraan listrik ini dengan kontribusi mencapai 70 persen.

Sebelumnya, IPCC melayani kapal RoRo jumbo MV. BYD Zhengzhou pada 1 Agustus 2025.

Kapal dengan panjang 200 meter dan lebar 38 meter ini menjadi kapal terbesar yang pernah ditangani IPCC, dengan kapasitas angkut hingga 7.000 unit kendaraan.