BeritaPolitikRanah

Irman Gusman Dorong Transformasi Tradisi Merantau Menjadi Konsep Brain Circulation Modern

93
×

Irman Gusman Dorong Transformasi Tradisi Merantau Menjadi Konsep Brain Circulation Modern

Sebarkan artikel ini
seminar-nasional-rangkayo-minang-indonesia,-irman-gusman-dorong-tradisi-merantau-jadi-kekuatan-brain-circulation
Seminar Nasional Rangkayo Minang Indonesia, Irman Gusman Dorong Tradisi Merantau Jadi Kekuatan Brain Circulation

Jakarta – Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, mendorong modernisasi tradisi merantau masyarakat Minangkabau melalui konsep brain circulation.

Gagasan tersebut dipaparkan Irman dalam Seminar Nasional Rangkayo Minang Indonesia (RMI) yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, serta jajaran perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Irman menegaskan bahwa mobilitas penduduk tidak semestinya memicu fenomena hilangnya talenta atau brain drain dari daerah asal.

Sebaliknya, ia menekankan pentingnya mengalirkan kembali ilmu, jejaring, serta investasi dari perantauan untuk mengakselerasi pembangunan kampung halaman.

Filosofi ini dinilai sangat relevan dengan nilai-nilai luhur Minangkabau yang memandang merantau sebagai instrumen pendewasaan diri.

“Bagi tradisi Minangkabau, brain circulation terasa paling dekat: orang boleh bergerak ke mana saja, tetapi hubungan, pengetahuan, dan kontribusinya tetap berputar kembali untuk nagari,” ujar Irman.

Ia menjelaskan bahwa kontribusi nyata tidak selalu menuntut para perantau untuk pulang dan menetap secara fisik di daerah.

Sebagai contoh, seorang dokter di Melbourne dapat memberikan bimbingan jarak jauh bagi tenaga kesehatan lokal di Sumatera Barat.

Insinyur yang berkarier di Singapura pun mampu membuka akses teknologi bagi mahasiswa di tanah kelahiran.

Demikian pula peran pengusaha di Jakarta yang dapat membantu UMKM nagari dalam memperluas jangkauan pasar mereka.

Irman optimistis Sumatera Barat memiliki modal sosial yang sangat besar melalui jaringan diaspora yang tersebar di berbagai negara.

Ia mendorong organisasi seperti Rangkayo Minang Indonesia menjadi katalisator kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menyalurkan potensi perantau agar lebih terarah bagi kemajuan daerah.

Tradisi merantau yang membentuk karakter kemandirian dan keberanian berpikir ini harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Seminar ini sendiri diselenggarakan untuk menggali nilai kepemimpinan tokoh Minangkabau dalam menjawab tantangan masa depan.