Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata ramah muslim harus menjadi instrumen utama dalam mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.
Prioritas tersebut disampaikan Mahyeldi saat menyambut kedatangan Tim Penilai Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) Award 2026 di Istana Gubernuran, Kamis (27/8/2026).
Ia menilai capaian angka dalam penilaian atau peringkat hanyalah sekunder dibandingkan dampak nyata yang dirasakan oleh pelaku UMKM, sektor transportasi, hingga industri kreatif.
Gubernur menuntut seluruh jajaran pemerintah daerah untuk konsisten membenahi destinasi wisata sekaligus meningkatkan literasi pelayanan prima bagi masyarakat.
Instruksi tegas diberikan agar setiap hotel dan restoran menampilkan sertifikasi halal secara transparan demi kenyamanan wisatawan.
Penguatan aspek sanitasi, kebersihan, fasilitas ibadah, serta jaminan kehalalan bahan pangan melalui koordinasi intensif dengan BPJPH menjadi agenda prioritas yang tidak bisa ditawar.
Koordinator Tim Ahli IMTI, Sumaryadi, mengakui Sumatera Barat memiliki keunggulan kompetitif berkat dukungan regulasi yang kuat dan konektivitas penerbangan internasional yang memadai.
Meski demikian, tim penilai memberikan catatan khusus mengenai urgensi peningkatan visibilitas sertifikasi halal serta optimalisasi platform digital bagi para pelaku usaha.
Deputi Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Syariah Bank Indonesia, Dwi Putra Indrawan, menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan ekosistem pariwisata syariah.
Sumatera Barat kini membidik posisi puncak dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) setelah sebelumnya sukses bertengger di peringkat kedua nasional.
Menanggapi evaluasi tersebut, Mahyeldi memerintahkan seluruh perangkat daerah hingga tingkat kabupaten/kota untuk segera menindaklanjuti setiap poin rekomendasi tim penilai.
Ia memandang keberhasilan pengembangan pariwisata syariah sebagai tanggung jawab kolektif yang harus dipikul oleh seluruh elemen pemerintahan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat saat ini tengah mematangkan persiapan berbagai agenda internasional, termasuk ajang olahraga serumpun pada 2027 dan rangkaian kegiatan Indian Ocean Rim Association (IORA).
Seluruh rangkaian strategi tersebut dipastikan harus bermuara pada peningkatan taraf hidup masyarakat Sumatera Barat secara berkelanjutan.






