Solo – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan pentingnya kedaulatan data bagi negara berkembang di era digital. Jokowi juga menyoroti tantangan penguasaan kecerdasan buatan (AI).
Penegasan ini disampaikan Jokowi usai menghadiri Forum Bloomberg New Economy 2026 di New Delhi, India.
Jokowi menekankan, kedaulatan data adalah hal mutlak yang harus dimiliki negara berkembang.
“Kedaulatan data merupakan hal yang mutlak dan sangat penting, terutama bagi negara-negara berkembang,” ujar Jokowi di kediamannya di Solo, Jumat (27/2/2026).
Menurut Jokowi, penguasaan dan perlindungan data nasional menjadi prioritas agar tidak bergantung pada pihak luar.
Namun, Jokowi mengakui kedaulatan AI menjadi tantangan yang lebih kompleks. Bahkan negara maju pun masih kesulitan untuk mandiri di sektor ini.
“Negara besar saja saya kira sulit. Semikonduktor masih impor dari negara lain. Talenta internasionalnya juga banyak dari luar,” katanya.
Untuk itu, Jokowi mendorong negara berkembang fokus membangun fondasi infrastruktur digital yang kuat.
Infrastruktur tersebut meliputi satelit, pusat data, jaringan fiber optik, hingga menara BTS.
Jokowi memprediksi, dalam 5-15 tahun mendatang akan terjadi revolusi besar di bidang AI. Hampir seluruh aktivitas manusia akan terintegrasi dengan teknologi ini.
Selain infrastruktur, Jokowi juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dan regulasi.
“Semua negara harus mempersiapkan. Infrastruktur digital disiapkan, sumber daya manusia disiapkan, regulasi juga disiapkan,” tuturnya.
Forum Bloomberg New Economy merupakan ajang dialog global yang mempertemukan pemimpin pemerintahan, pelaku bisnis, dan tokoh teknologi untuk membahas tantangan ekonomi dunia dan transformasi digital.






