Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memanjakan penumpangnya dengan inovasi terbarunya. Fokus pada kenyamanan, KAI mendesain ulang kereta kelas ekonomi generasi baru.
Menurut laporan Antara, perubahan paling mencolok terletak pada konfigurasi kursi. Jika sebelumnya terdapat 106 kursi dengan formasi 3-2 saling berhadapan, kini hanya tersedia 72 kursi dengan formasi 2-2.
Konsekuensi dari perubahan ini adalah ruang kaki yang lebih luas. Selain itu, kereta ekonomi generasi baru ini dilengkapi dengan fitur reclining untuk mengatur kemiringan kursi dan fitur revolving yang memungkinkan kursi diputar sesuai arah perjalanan.
Kereta kelas ekonomi stainless steel new generation ini diproduksi oleh PT INKA (Persero) dan dilengkapi dengan pintu sorong otomatis (sliding door), gangway corrugated below, serta sistem Passenger Information Display System (PIDS) modern, seperti yang dilansir dari laman resmi INKA.
Balai Yasa Manggarai memegang peranan penting dalam modifikasi sarana kereta api ini. Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa peningkatan sarana kereta api ini adalah wujud komitmen KAI untuk memberikan layanan yang lebih nyaman, modern, dan aman. “Kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berkesan,” ujarnya pada Jumat (1/8/2025).
Berikut adalah daftar kereta ekonomi New Generation hasil modifikasi Balai Yasa Manggarai yang melayani berbagai rute di Jawa, berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi KAI (@kai121_):
- Blambangan Ekspres (Kelas Ekonomi-Eksekutif) dengan relasi Pasarsenen – Ketapang (pp)
- Dharmawangsa Ekspres (Kelas Ekonomi-Eksekutif) dengan relasi Pasarsenen – Surabaya Pasarturi (pp)
- Mutiara Timur (KA 209 & 210) (Kelas Ekonomi-Eksekutif) dengan relasi Surabaya Pasarturi – Ketapang (pp)
- Joglosemarkerto (Kelas Ekonomi-Eksekutif) dengan relasi Purwokerto – Tegal – Solo Balapan (KA 185), relasi Solo Balapan – Tegal – Solo Balapan via Semarang Tawang Bank Jateng (KA 187), dan relasi Solo Balapan – Tegal – Solo Balapan (KA 193)
- Brantas (Kelas Ekonomi-Eksekutif) dengan relasi Pasarsenen – Blitar (pp)
- Pangrango (Kelas Ekonomi-Eksekutif) dengan relasi Bogor Paledang – Sukabumi (pp)
- Sancaka Utara (Kelas Ekonomi-Eksekutif) dengan relasi Surabaya Pasarturi – Cilacap (pp)
- Ranggajati (Kelas Ekonomi-Eksekutif) dengan relasi Cirebon – Jember (pp)
- Banyubiru Ekspres (Kelas Ekonomi-Eksekutif) dengan relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Solo Balapan (KA 231 & 232)
- Kamandaka (Kelas Ekonomi-Eksekutif) dengan relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Tegal – Purwokerto (KA 181, 183, 191) dan relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Tegal – Cilacap (KA 194, 197)
- Ijen Ekspres (KA 239F & 240F) (Kelas Ekonomi-Eksekutif) dengan relasi Malang – Ketapang (pp)
- Pasundan (Kelas Ekonomi-Eksekutif) dengan relasi Kiaracondong – Surabaya Gubeng (pp)
Balai Yasa Manggarai telah menjadi pusat modifikasi kereta generasi baru dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, mereka memodifikasi 12 kereta New Generation, meningkat menjadi 60 unit pada 2024. KAI menargetkan modifikasi 52 kereta New Generation tambahan dan 4 kereta kompartemen pada tahun 2025.
Modifikasi ini tidak hanya berfokus pada tampilan, tetapi juga pada peningkatan kenyamanan penumpang, termasuk kursi yang lebih lega, teknologi informasi modern, dan desain interior yang sesuai dengan standar perjalanan masa kini.






