Padang – Seluruh rangkaian proses pemulangan jemaah haji asal Provinsi Bengkulu melalui Embarkasi Padang resmi berakhir. Kepulangan 166 jemaah Kelompok Terbang (Kloter) 05 di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Senin (8/6/2026) menjadi penutup dari seluruh tahapan debarkasi tahun ini.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bengkulu, Intihan, menyambut langsung kedatangan para jemaah di bandara. Ia bersyukur seluruh tahapan pemulangan, mulai dari Kloter 02 hingga Kloter 05, berjalan dengan lancar.
“Alhamdulillah, seluruh proses pemulangan berjalan lancar. Jemaah yang tiba malam ini dalam kondisi sehat, meskipun terdapat beberapa yang mengalami kelelahan atau batuk ringan akibat perjalanan panjang dari Arab Saudi,” ujar Intihan.
Di balik keberhasilan operasional tersebut, terselip duka mendalam. Intihan mengonfirmasi wafatnya dua jemaah asal Bengkulu dari Kloter 04 saat berada di Tanah Suci, tepatnya di Madinah dan Makkah. Selain itu, dua jemaah lainnya dari Kloter 03 dan Kloter 05 saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi.
“Kita doakan bersama agar mereka segera pulih dan dapat kembali ke tanah air untuk berkumpul bersama keluarga,” harapnya.
Intihan memberikan apresiasi tinggi kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi dan Debarkasi Padang. Menurutnya, pelayanan prima yang diberikan sejak keberangkatan hingga kepulangan menjadi kunci sukses operasional haji bagi jemaah Bengkulu yang berstatus embarkasi antara. Ia berharap sinergi lintas instansi ini terus diperkuat demi memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia di masa mendatang.
Sebagai langkah antisipasi kesehatan pascakepulangan, Intihan mengimbau seluruh jemaah untuk tetap memantau kondisi fisik secara mandiri selama dua pekan ke depan. Ia menekankan pentingnya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika muncul keluhan fisik.
“Pemeriksaan kesehatan pascakepulangan sangat krusial untuk memastikan kondisi jemaah tetap prima. Langkah ini juga menjadi upaya preventif untuk melindungi keluarga di rumah dari potensi penularan penyakit setelah perjalanan internasional,” pungkasnya.






