Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap berlangsung sukses meski situasi di Timur Tengah sedang memanas. Pemerintah menilai kehadiran kementerian khusus akan membuat penanganan berbagai persoalan yang kerap berulang pada setiap musim haji menjadi lebih terarah.
Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Haji, Prof Muhadjir Effendy, mengatakan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah dimaksudkan untuk menjawab hambatan yang terus muncul dari tahun ke tahun. Ia menegaskan, pengalaman panjang pemerintah dalam mengelola ibadah haji belum tentu membuat seluruh proses berjalan mulus.
“Sudah beratus kali pemerintah Indonesia mengelola pelaksanaan ibadah haji. Tapi pengalaman itu tidak otomatis membuat semuanya lancar di tahun berikutnya,” ujar Muhadjir.
Muhadjir menjelaskan, berbagai temuan masalah dalam penyelenggaraan haji menjadi alasan perlunya lembaga yang lebih fokus menangani urusan tersebut. Dengan pendekatan itu, pengelolaan haji dan umrah diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan spesifik.
Ia menegaskan kementerian baru itu siap menjalankan tugas perdananya pada penyelenggaraan haji tahun ini. Meski mengakui situasi geopolitik di Timur Tengah menambah tantangan, pemerintah tetap menargetkan pelaksanaan ibadah haji berjalan sukses.
“Ini memang menjadi tantangan, tetapi kami optimistis bisa mengelolanya dengan baik,” kata Muhadjir.






