EkonomiRanah

Kementan Suplai Cabai Rawit, Stabilkan Harga Saat Ramadan

173
×

Kementan Suplai Cabai Rawit, Stabilkan Harga Saat Ramadan

Sebarkan artikel ini
kementan-pasok-1,7-ton-cabai-ke-pasar-induk-kramat-jati
Kementan Pasok 1,7 Ton Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati

Jakarta – Pemerintah berupaya menstabilkan harga cabai rawit merah menjelang dan selama bulan Ramadan. Kementerian Pertanian (Kementan) menyuplai 1,7 ton cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta.

Langkah ini diambil untuk mengendalikan harga cabai di tingkat konsumen.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Agung Sunusi, memastikan pasokan cabai ke PIKJ akan terus dijaga.

“Pasokan ke PIKJ akan terus kami jaga,” ujar Agung, Selasa (24/2/2026).

Agung menambahkan, “Champion cabai di sentra produksi siap mengirimkan cabai rawit merah secara berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi.”

Harga cabai rawit merah dari champion cabai ditetapkan sekitar Rp50.000 per kilogram.

Pemerintah melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan subsidi biaya transportasi dari sentra produksi ke PIKJ.

Tujuannya adalah menjaga harga tetap terjangkau bagi konsumen.

“Dengan skema tersebut, harga tertinggi di tingkat konsumen diharapkan tidak melebihi Rp65.000 per kilogram,” jelas Agung.

Secara umum, harga komoditas hortikultura lainnya terpantau stabil. Cabai rawit putih berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, cabai keriting hijau Rp25.000 per kilogram, cabai besar merah Rp40.000 per kilogram, dan cabai keriting merah Rp50.000 per kilogram.

Kenaikan harga cabai rawit merah dipengaruhi oleh curah hujan tinggi di sejumlah sentra produksi. Intensitas hujan yang tinggi menghambat aktivitas pemetikan, sehingga pasokan sempat terganggu.

Selain itu, tradisi nyekar atau ziarah kubur di awal Ramadan juga meningkatkan permintaan cabai.

Kementan menyatakan akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan cabai di seluruh Indonesia. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, champion cabai, serta pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat.

“Intervensi distribusi akan terus dilakukan secara responsif apabila terjadi lonjakan harga, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga terjangkau,” pungkas Agung.