NusantaraPemerintahan

Komdigi Sediakan Akses Internet untuk Sekolah Rakyat

264
×

Komdigi Sediakan Akses Internet untuk Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini
kementerian-komunikasi-jamin-akses-internet-sekolah-rakyat
Kementerian Komunikasi Jamin Akses Internet Sekolah Rakyat

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan seluruh Sekolah Rakyat akan memiliki akses internet.

Langkah ini diambil sebagai upaya mendukung kegiatan belajar dan mengajar.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Komunikasi, Alfreno Kautsar Ramadhan, saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat di Politeknik Kesejahteraan Sosial, Bandung, Sabtu (5/7/2025).

Alfreno menjelaskan bahwa penyediaan akses internet ini merupakan realisasi komitmen pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang setara dan terhubung secara digital, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Setiap titik Sekolah Rakyat akan mendapatkan layanan internet yang cukup, sehingga dapat mendukung proses belajar mengajar secara digital,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (6/7/2025).

Alfreno menambahkan, sinergi antara Kementerian Komdigi dan Kementerian Sosial sebagai pihak yang menyelenggarakan Sekolah Rakyat adalah solusi untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi kelompok rentan.

“Kami ingin seluruh titik Sekolah Rakyat memiliki akses ke dunia digital untuk meraih masa depan yang cerah,” katanya.

Lebih lanjut, Alfreno berharap para lulusan Sekolah Rakyat dapat menjadi generasi yang melek digital dan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

Dia menegaskan Sekolah Rakyat tidak hanya sekadar mencetak lulusan, tetapi juga melahirkan generasi pemimpin masa depan.

“Kita tidak hanya akan mencetak lulusan, tetapi akan melahirkan generasi pemimpin yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil, kuat, dan berdaulat,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi di seluruh Indonesia pada 14 Juli 2025.

Pada tahap awal, sebanyak 100 sekolah rakyat telah siap melaksanakan masa orientasi.

“Mulai dari kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang lain. Inshaallah sudah 100 persen,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf kepada awak media di Sentra Handayani Kementerian Sosial, Jakarta.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa kapasitas siswa di setiap Sekolah Rakyat berbeda-beda. Contohnya, Sekolah Rakyat Sentra Handayani Jakarta akan menampung 75 siswa untuk jenjang SMP.

Secara keseluruhan, ada 20 ribu siswa yang akan bersekolah asrama di Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu, Kementerian Sosial juga telah merekrut sekitar 3 ribu guru sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Ditambah tenaga yang lain, sehingga ada 7 ribu yang akan terlibat untuk memberikan pendampingan dan perlindungan kepada anak-anak,” tuturnya.

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat merupakan program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Kepala negara berencana membangun 200 sekolah yang dikhususkan untuk menampung anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial ini akan dibangun menyerupai sekolah asrama atau boarding school.

Nantinya, seluruh kebutuhan sekolah siswa Sekolah Rakyat, mulai dari seragam, makan, asrama, peralatan sekolah, dan lain-lain, akan ditanggung sepenuhnya oleh negara.

Dia mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 48,2 juta per tahun untuk setiap siswa.