PeristiwaRanah

Keponakan Rampok Nenek di Padang, Polisi Ungkap Motif

305
×

Keponakan Rampok Nenek di Padang, Polisi Ungkap Motif

Sebarkan artikel ini
nenek-di-perumdam-tunggul-hitam-dirampok,-pelaku-ternyata-keponakan-korban
Nenek di Perumdam Tunggul Hitam Dirampok, Pelaku Ternyata Keponakan Korban

Padang – Kasus perampokan yang menimpa seorang nenek berusia 84 tahun bernama Guslina (sebelumnya ditulis 79 tahun) di Kota Padang akhirnya terungkap. Ironisnya, pelaku adalah keponakan korban sendiri.

Syahrial (51), pelaku yang juga merupakan keponakan korban, kini harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Bahkan, pelaku sempat mendampingi polisi saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol M Yasin, mengungkapkan kecurigaan polisi terhadap pelaku sejak awal olah TKP.

“Saat di TKP, pelaku melayani kami saat olah TKP, menunjukkan detail isi rumah, bahkan ikut bersedih karena keluarganya jadi korban,” ujar Yasin dalam keterangannya, Jumat (18/7/2025).

Yasin menambahkan, setelah diinterogasi selama 13 jam, Syahrial akhirnya mengakui perbuatannya.

“Dalam interogasi itu cukup banyak kejanggalan keterangan pelaku. Kami cecar berbagi pertanyaan hingga akhir pelaku tidak bisa berkilah,” ungkapnya.

Menurut pengakuan Syahrial kepada polisi, aksi pencurian tersebut dilakukannya karena alasan ekonomi, yaitu untuk biaya sekolah anaknya.

Namun, polisi masih terus mendalami keterangan pelaku, termasuk kemungkinan adanya motif lain mengingat pelaku juga diketahui sebagai pengguna narkoba.

“Jadi pelaku berniat melakukan aksinya sesaat saja, dari pengakuannya. Karena terdesak ekonomi tadi, biaya sekolah anak. Tapi kami terus dalami,” imbuh Yasin.

Lebih lanjut, Yasin menjelaskan bahwa hubungan antara korban dan pelaku sangat dekat.

Korban membesarkan pelaku di rumahnya dan sudah menganggapnya seperti anak sendiri. Setelah menikah, pelaku pindah rumah yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban, hanya sekitar dua kilometer.

“Pelaku keponakan korban, sudah dianggap anak kandung oleh korban. Pelaku besar bersama korban. Korban kecewa,” kata Yasin.

Syahrial mengaku tidak sempat mencuri perhiasan milik neneknya. Namun, Guslina mengaku kehilangan kalung dan cincin dengan total berat 12,5 gram senilai Rp 21 juta, serta uang tunai Rp 160 ribu.

“Kami masih mendalami keterangan pelaku. Si pelaku mengatakan, tidak sempat mengambil barang berharga tersebut. Kami dalami, kami kumpulkan informasi,” jelas Yasin.

Dari pengakuan Syahrial, saat melakukan perampokan, ia panik dan tidak bisa membuka pintu utama rumah, sehingga melarikan diri melalui plafon dapur.

“Sempat buka paksa pintu depan, tidak bisa. Lari ke dapur, panjat plafon dapur, lalu kabur,” pungkasnya.