Ranah

Ketegangan Geopolitik Timur Tengah Tekan Nilai Tukar Rupiah

119
×

Ketegangan Geopolitik Timur Tengah Tekan Nilai Tukar Rupiah

Sebarkan artikel ini
rupiah-melemah-setelah-trump-ancam-tutup-selat-hormuz
Rupiah Melemah Setelah Trump Ancam Tutup Selat Hormuz

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan Senin (13/4/2026). Mata uang Garuda terkoreksi 17 poin atau 0,10 persen ke level Rp 17.121 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya di angka Rp 17.104 per dolar AS.

Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut sentimen negatif pasar muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menutup Selat Hormuz menyusul kegagalan perundingan dengan Iran.

Trump menyatakan bahwa AS akan memulai blokade di Selat Hormuz untuk mencegah tindakan yang ia sebut sebagai “pemerasan” oleh Iran. Angkatan Laut AS disebut akan memblokade seluruh kapal yang melintas hingga akses masuk dan keluar diizinkan kembali.

Di sisi lain, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Aziz, menegaskan bahwa setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz wajib membayar pungutan. Pemerintah Iran berdalih perlu menetapkan sistem pengelolaan dan pengendalian di Selat Hormuz serta Teluk Persia demi kepentingan nasional.

Lukman memperingatkan, jika situasi di Timur Tengah tidak kunjung membaik, harga-harga diperkirakan akan terus melambung. Kondisi ini berpotensi meningkatkan prospek kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, The Fed.

Mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Lukman memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah akan berada dalam rentang Rp 17.050 hingga Rp 17.200 per dolar AS.