OlahragaRanah

KONI Sumbar Anugerahi Dua Tokoh Olahraga Almarhum

154
×

KONI Sumbar Anugerahi Dua Tokoh Olahraga Almarhum

Sebarkan artikel ini
koni-sumbar-anugerahi-penghargaan-kehormatan-untuk-almarhum-munandar-maska-dan-thio-hok-seng
KONI Sumbar Anugerahi Penghargaan Kehormatan untuk Almarhum Munandar Maska dan Thio Hok Seng

Padang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat memberi penghargaan kehormatan kepada dua tokoh olahraga almarhum, Drs. H. Munandar Maska dan Thio Hok Seng, atas jasa dan dedikasi mereka bagi dunia olahraga di daerah itu. Penyerahan dilakukan Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus bersama jajaran pengurus di dua rumah duka berbeda pada Kamis malam (15/5/2026).

Piagam untuk Munandar Maska diserahkan di rumah duka Komplek Karya REI Sejahtera Blok C-25 Perumnas Belimbing, Padang, dan diterima putranya, Fadhillurrahman, disaksikan istri serta anak-anak almarhum lainnya. Sementara itu, piagam untuk Thio Hok Seng disampaikan di Rumah Duka Hok Tek Tong (HTT), kawasan Pondok, Padang, lalu diterima anak-anaknya, Pretty Mery dan Christopher, bersama istri almarhum Monica Yaputra serta adiknya, Thio Hok Gim.

Sejumlah tokoh olahraga turut hadir dalam prosesi tersebut, termasuk mantan juara dunia Nanda Telambanua. Dalam piagam tertanggal 13 Mei 2026 itu, KONI Sumbar menuliskan penghormatan atas kontribusi keduanya dalam mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat nasional maupun internasional.

“Atas nama insan olahraga Sumatera Barat memberikan penghargaan patriot olahraga asal Sumatera Barat. Terima kasih atas dedikasi dan pencapaian sepanjang hidup untuk mengharumkan nama Sumatera Barat di level nasional dan internasional,” demikian kutipan yang tercantum dalam piagam.

Hamdanus menyebut penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dua sosok yang dinilai memberi kontribusi besar bagi olahraga Sumbar. “Kami kehilangan dua tokoh besar olahraga Sumbar. Almarhum Munandar Maska dan Thio Hok Seng telah memberikan dedikasi luar biasa di bidangnya masing-masing. Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih insan olahraga Sumbar atas jasa-jasa beliau,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa semangat kedua almarhum masih berlanjut melalui anak-anak mereka yang tetap aktif di dunia olahraga. Fadhillurrahman, putra Munandar Maska, dikenal sebagai wasit karate nasional, sedangkan Pretty Mery, putri Thio Hok Seng, tercatat sebagai atlet wushu Sumatera Barat.

“Ini membuktikan bahwa semangat olahraga dan pengabdian diwariskan dalam keluarga mereka. Apa yang telah diperjuangkan almarhum terus hidup dan diteruskan generasi berikutnya,” kata Hamdanus.

Munandar Maska wafat saat bertugas sebagai wasit dalam Kejuaraan Nasional Karate di Bandung, Jawa Barat. Ia sempat tak sadarkan diri di arena pertandingan sebelum dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.05 WIB. Selain dikenal sebagai wasit karate nasional, Munandar juga aktif sebagai ustaz dan pernah menjadi pengurus Masjid Raya Ganting, Padang.

Thio Hok Seng dikenal sebagai salah satu atlet angkat berat terbaik yang pernah dimiliki Sumatera Barat. Ia mengharumkan nama Indonesia melalui tiga medali emas dunia. Pada PON XI tahun 1985 di Jakarta, Hok Seng menyumbang emas untuk Sumbar. Prestasi internasionalnya berlanjut dengan emas dunia di Lima, Peru, pada 1987, lalu dipertahankan di Luksemburg pada 1988.

Hok Seng juga mencatat rekor deadlift 226 kilogram di Jerman, yang mempertegas namanya di panggung angkat berat internasional. Di level nasional, ia kembali menyumbangkan emas bagi Sumbar pada PON berikutnya sebelum cedera bahu kiri membuatnya batal tampil pada PON XV tahun 2000.