PolitikRanah

KPU Tanah Datar Gelar Pendidikan Pemilih di SMA 2 Batusangkar

221
×

KPU Tanah Datar Gelar Pendidikan Pemilih di SMA 2 Batusangkar

Sebarkan artikel ini

Batusangkar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanah Datar memperkuat pendidikan politik bagi pemilih pemula lewat program KPU Tanah Datar Mengajar di SMA Negeri 2 Batusangkar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan pemilu dan demokrasi sejak dini kepada pelajar yang akan segera memasuki daftar pemilih.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Tanah Datar, Gusriyono, menegaskan pendidikan pemilih tetap berjalan berkelanjutan meski tidak berada pada masa tahapan pemilu. Kali ini, sasaran utama diarahkan kepada siswa sebagai calon pemilih muda.

“Pendidikan pemilih merupakan kegiatan yang terus dilakukan secara berkelanjutan di masa non tahapan ini. Kali ini sasaran kita pemilih pemula melalui KPU Tanah Datar Mengajar,” ujarnya usai mengajar di SMA Negeri 2 Batusangkar, Rabu (13/5/2026).

Di ruang kelas, jajaran KPU Tanah Datar berinteraksi langsung dengan para siswa melalui pembelajaran tatap muka. Materi yang disampaikan mencakup pemilu dan demokrasi, kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang berlangsung layaknya proses belajar pada umumnya.

Gusriyono menyebut mayoritas peserta kegiatan itu telah berusia 17 tahun dan memiliki KTP. Artinya, mereka sudah tercatat sebagai pemilih untuk Pemilu 2029.

Atas dasar itu, KPU Tanah Datar mendorong para pelajar agar aktif mencari dan mengikuti informasi terkait perkembangan pemilu serta demokrasi di Indonesia. Harapannya, lahir pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan berintegritas.

Antusiasme para siswa juga tampak dari pandangan mereka tentang masa depan Indonesia.

Ochtadira Qurrata, siswi SMA Negeri 2 Batusangkar, berharap target Indonesia Emas 2045 benar-benar terwujud bagi generasi sekarang maupun mendatang.

“Impian saya terhadap Indonesia masa depan, suksesnya program Indonesia emas pada tahun 2045 buat kami gen z dan generasi-generasi berikutnya,” kata Ochtadira.

Syamil Basayev juga menyampaikan harapannya agar Indonesia terhindar dari pemimpin yang memakai kekuasaan untuk kepentingan kelompok atau pribadi. Ia berharap kekayaan alam nasional dapat dikelola sendiri oleh rakyat Indonesia tanpa campur tangan warga negara asing.

“Semoga rakyat Indonesia bisa menikmati dan mengolah sumber daya alam milik Indonesia sendiri, tanpa campur tangan warga negara asing. Sehingga rakyat Indonesia dapat hidup sejahtera,” pungkasnya.