Jakarta Utara – Kabar baik bagi industri dalam negeri! Presiden Prabowo Subianto menyetujui pengadaan 30 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) baru untuk wilayah Jabodetabek.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan kabar gembira ini di Jakarta Utara, Kamis (6/11/2025).
Menurut Agus, persetujuan ini menjadi angin segar dan harapan baru bagi produsen lokal, khususnya PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA.
“Kami akan melihat kemampuan industri dalam negeri untuk mensuplai kebutuhan proyek ini, seperti gerbong atau komponen lainnya,” ujarnya.
Agus meyakini kualitas produksi PT INKA tak perlu diragukan.
“Saya yakin karena produk-produk PT INKA sudah diekspor ke banyak negara. Jadi, soal kualitas, saya kira tidak akan ada masalah,” tegasnya.
Meski demikian, Kemenperin akan tetap memantau kapasitas produksi yang dibutuhkan.
Kementerian Perindustrian akan memastikan secara rinci kebutuhan spesifik PT KAI (Persero) terkait penambahan armada KRL ini.
Pemerintah ingin mengetahui jenis sarana yang diprioritaskan, apakah seluruhnya unit angkut penumpang atau gerbong, atau ada kebutuhan komponen lain.
Setelah kebutuhan ditentukan, pemerintah akan mempersiapkan kapasitas produksi industri domestik untuk memenuhi permintaan tersebut.
Persetujuan penambahan rangkaian KRL ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo kepada Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).
Prabowo mengungkapkan, Dirut KAI menyampaikan kebutuhan anggaran US$ 9 juta (Rp 150 miliar) untuk membeli satu rangkaian kereta baru.
PT KAI kemudian mengajukan anggaran Rp 4,8 triliun.
“Saya setujui. Bahkan akan saya alokasikan. Bahkan beliau mengajukan Rp 4,8 triliun. Saya setujui, tidak Rp 4,8 triliun, Rp 5 triliun saya setujui,” kata Prabowo.






