Ranah

Lippo Hibahkan Lahan, Pemerintah Bangun Hunian Vertikal Cikarang

195
×

Lippo Hibahkan Lahan, Pemerintah Bangun Hunian Vertikal Cikarang

Sebarkan artikel ini
pemerintah-akan-bangun-140-ribu-hunian-vertikal-di-cikarang
Pemerintah akan Bangun 140 Ribu Hunian Vertikal di Cikarang

Cikarang – Pemerintah akan membangun 140 ribu unit hunian vertikal di Cikarang, Jawa Barat, sebagai bagian dari Program 3 Juta Rumah. Pembangunan ini memanfaatkan lahan seluas 30 hektare yang dihibahkan oleh Lippo Group.

Utusan Khusus Presiden sekaligus Ketua Satuan Tugas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa lahan tersebut diserahkan oleh Pendiri Yayasan Pelita Harapan, James Riady.

“Pihak swasta, dalam hal ini Lippo Group, menyerahkan bidang tanah yang sangat luas 30 hektare kepada pemerintah, kepada negara, untuk membangun dan menyerahkan kepada rakyat yang belum memiliki rumah,” kata Hashim saat meninjau lokasi di Cikarang, Minggu (8/3/2026).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa hunian vertikal menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan di perkotaan dan mengurangi backlog perumahan.

Keterlibatan pihak swasta menjadi salah satu bentuk pembiayaan yang memungkinkan program pemerintah berjalan.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan upaya bersama untuk menyediakan hunian terencana dan berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi MBR merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan nasional,” ujarnya.

Kementerian PKP dan Danantara Indonesia akan mematangkan konsep pembangunan, termasuk skema pengembangan kawasan, mekanisme harga, serta kriteria pembelian oleh MBR.

Kolaborasi antara pemerintah, Danantara Indonesia, BUMN, dan sektor usaha diharapkan dapat menghasilkan kawasan hunian yang terencana dengan baik, baik dari sisi konsep, harga, maupun skema kepemilikan.

“Sehingga benar-benar dapat memberikan akses hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkas Rosan.