Banda Aceh – Pembukaan Banda Aceh Experience City Expo 2026 di Lapangan Blang Padang, Senin (20/4/2026), menjadi sorotan dalam rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia 2026. Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir hadir dalam kegiatan yang sejak malam pembukaan dipadati pengunjung itu.
Expo dibuka Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir dengan pemukulan Rapa’i bersama Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Ketua Komwil I APEKSI Rico Tri Putra Bayu Waas, dan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal. Ajang tersebut menampilkan produk unggulan UMKM, seni budaya, serta inovasi daerah dari kota-kota anggota Komwil I APEKSI.
Maigus Nasir mengapresiasi kesiapan Banda Aceh sebagai tuan rumah. Ia menilai expo itu tidak hanya sekadar pameran, melainkan juga menghadirkan pesan yang lebih luas tentang kerja sama antarkota.
“Banda Aceh menjadi rumah yang baik bagi para tamunya. Experience City Expo ini memberi kesan kuat, bukan hanya melalui pameran UMKM dan budaya, tetapi juga gagasan bagaimana kota-kota di Sumatera membangun ekonomi, identitas, dan kolaborasi secara bersamaan,” ujarnya.
Muhammad Nasir menegaskan, pertumbuhan ekonomi perkotaan harus menjadi penggerak pembangunan wilayah. Ia menilai forum APEKSI dapat memperkuat sinergi antarkota.
“Pertumbuhan ekonomi perkotaan harus menjadi lokomotif pembangunan melalui penguatan investasi, inovasi, dan daya saing,” katanya.
Illiza Sa’aduddin Djamal menjelaskan, expo tersebut dirancang sebagai ruang bersama untuk merayakan identitas dan kreativitas kota. Ia menyebut kegiatan itu juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-821 Kota Banda Aceh.
“Mengusung konsep Experience City, expo ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-821 Kota Banda Aceh sekaligus rangkaian Raker Komwil I APEKSI 2026. Kegiatan dirancang melalui lima zona utama,” terangnya.
Kelima zona itu meliputi Market Experience, Interactive Experience, Entertainment Experience, Special Experience, dan Celebration Experience.
Menurut Illiza, konsep tersebut memberi ruang promosi yang lebih luas bagi UMKM sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Ia menambahkan, rangkaian acara juga disusun agar pengunjung mendapat pengalaman yang interaktif.
“Beragam elemen interaktif seperti area kuliner, ruang komunitas, panggung hiburan, hingga paviliun bertema The Future of Banda Aceh dihadirkan untuk memperkuat citra kota,” terangnya.
Ia menambahkan, expo ini menjadi langkah nyata untuk mendorong ekonomi masyarakat dan membuka peluang usaha.
“Expo ini menjadi strategi nyata dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, membuka ruang usaha, serta menciptakan efek ekonomi berantai melalui keterlibatan pelaku UMKM dan industri kreatif,” tambahnya.






