PemerintahRanah

Masjid Raya Sumbar : Mahyeldi Tak Lupakan Jasa Besar Irwan Prayitno dan Gamawan Fauzi

399
×

Masjid Raya Sumbar : Mahyeldi Tak Lupakan Jasa Besar Irwan Prayitno dan Gamawan Fauzi

Sebarkan artikel ini

Padang – Masjid Raya Sumbar kini resmi menjadi Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat (Sumbar) pada Minggu (7/7/2024), bertepatan dengan 1 Muharram 1446 Hijriah. Acara ini juga dihadiri oleh 58 orang keturunan ulama besar dari Arab Saudi tersebut.

Yang menarik, dalam acara peresmian tersebut, Gubernur Sumbar Mahyeldi, Irwan Prayitno, dan Gamawan Fauzi duduk bersama dengan undangan lain. Kehadiran Irwan Prayitno dan Gamawan Fauzi dianggap sebagai bukti bahwa Mahyeldi tidak melupakan jasa kedua seniornya dalam pembangunan masjid ini.

Menurut Mahyeldi, keduanya memiliki kontribusi besar dalam berdirinya masjid yang megah ini. Selain mereka berdua, almarhum Marlis Rahman juga memiliki peran penting dalam pembangunan masjid tersebut.

Pada 21 Desember 2007, Gamawan Fauzi meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Raya Sumatera Barat. Pembangunan ini digagas oleh Gamawan setelah bertukar pikiran dengan para tokoh masyarakat dan ulama, termasuk menentukan nama masjid tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar periode 2000-2005, Zainal Bakar, hanya berencana merenovasi Masjid Nurul Iman. Namun, setelah Zainal Bakar tidak lagi menjadi gubernur, Gamawan Fauzi memperjuangkan perlunya masjid baru yang berfungsi sebagai Islamic Center.

Gamawan pun melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan masjid ini pada 21 Desember 2007 dengan sistem tahun jamak.

Pada awalnya, panitia pembangunan yang diketuai oleh almarhum Marlis Rahman menghimpun sumbangan masyarakat untuk membantu pembangunan, selain bekerja sama dengan pihak swasta dan negara Timur Tengah. Pembangunan masjid ini kemudian dilanjutkan oleh Irwan Prayitno sejak tahun 2014 dengan berbagai sumber pendanaan.

Pada awal tahun 2019, lantai atas masjid kembali dibuka untuk umum yang ditandai dengan salat Jumat perdana pada tanggal 4 Januari 2019. Pembukaan ini sekaligus menandai tuntasnya pembangunan Masjid Raya Sumatera Barat hingga berganti nama menjadi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumbar.

Gamawan Fauzi dalam sambutannya menyatakan, “Alhamdulillah, pembangunan ini tidak akan pernah terjadi jika tidak ada kerjasama antar Gubernurnya. Sustainable Development saya meletakkan dasarnya, Irwan melanjutkan pembangunannya, dan Mahyeldi meresmikannya. Inilah kerjasama yang baik.”

Gamawan juga menekankan pentingnya kerjasama berkelanjutan dalam pembangunan. “Pembangunan itu tidak bisa dipenggal-penggal, harus sustainable. Kalau ada program Irwan yang terlantar, Mahyeldi melanjutkannya, begitu seterusnya,” harap Gamawan.

Irwan Prayitno juga menyampaikan hal serupa. “Banyak ide dan gagasan dari pendahulu saya saat itu, dan Alhamdulillah semuanya saya tuntaskan. Tidak ada satu pun yang tidak selesai, tinggal bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.

Mahyeldi berterima kasih atas kontribusi semua pihak dalam pembangunan Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat ini, termasuk dua gubernur sebelumnya.

“Sejarah panjang yang telah dilalui pembangunan Masjid Raya ini, mulai dari inisiasi oleh Gamawan Fauzi, dilanjutkan oleh Irwan Prayitno, dan hari ini kita resmikan nama Syekh Khatib Al-Minangkabawi. Diharapkan dapat menghadirkan inspirasi, motivasi, dan semangat bagi generasi di Sumbar untuk masa-masa yang akan datang,” kata Mahyeldi.