EkonomiRanah

Mentan Amran Respons Cepat Lonjakan Harga Cabai dan Telur

117
×

Mentan Amran Respons Cepat Lonjakan Harga Cabai dan Telur

Sebarkan artikel ini
respons-mentan-amran-sulaiman-soal-kenaikan-harga-cabai-dan-telur
Respons Mentan Amran Sulaiman soal Kenaikan Harga Cabai dan Telur

Jakarta – Harga cabai di pasaran terpantau mengalami kenaikan pada November 2025. Pemerintah bergerak cepat untuk menstabilkan harga.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab utama melonjaknya harga cabai.

“Ini mungkin karena sekarang kondisi distribusinya, karena hujan kan,” kata Amran di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan akan terus memantau pergerakan harga cabai di seluruh wilayah Indonesia.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa harga dua jenis cabai di tingkat konsumen secara nasional masih berada di rentang harga acuan pembelian (HAP).

Harga cabai rawit merah di tingkat konsumen tercatat Rp 42.100 per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah keriting mencapai Rp 52.900 per kilogram.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa cabai merah menjadi komoditas penyumbang utama inflasi dan indeks perkembangan harga (IPH) di sejumlah provinsi pada pekan pertama November 2025.

Hingga awal November, BPS mencatat 136 daerah mengalami kenaikan harga cabai merah.

Untuk menstabilkan harga cabai, Amran berencana menjadikan Koperasi Desa Merah Putih sebagai solusi.

Koperasi ini akan menyimpan hasil panen cabai di ruang pendingin (cold storage) dan mendistribusikannya ke masyarakat di luar musim panen.

Selain cabai merah, BPS juga mencatat kenaikan harga telur ayam di sejumlah daerah.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan harga telur ayam di tingkat konsumen mencapai Rp 32.500 per kilogram pada Selasa (11/11/2025).

Harga ini lebih mahal dari harga acuan di tingkat konsumen, yaitu Rp 30.000 per kilogram.

Amran menilai kenaikan harga telur berkaitan dengan permintaan pada program makan bergizi gratis (MBG).

“Kenaikannya dampak bagus untuk pergerakan ekonomi. Tiga bulan lalu harga telur kan Rp 18.000,” ujarnya.

Pemerintah berupaya menstabilkan harga telur ayam dengan meningkatkan produksi.

Salah satu caranya adalah menambah stok bibit ayam atau anak ayam yang baru berusia satu hari (day old chicken/DOC) dan grand parent stock.

Amran juga berencana memanggil pengusaha ayam dan telur terkait mahalnya harga komoditas tersebut.

“Ya nanti kami panggil, kami panggil perusahaan-perusahaan besarnya,” pungkasnya.