Ranah

Merak Catat Kenaikan Penumpang dan Kendaraan Menyeberang

203
×

Merak Catat Kenaikan Penumpang dan Kendaraan Menyeberang

Sebarkan artikel ini
143-ribu-penumpang-kapal-ke-sumatera-sejak-h-10-natal
143 Ribu Penumpang Kapal ke Sumatera Sejak H-10 Natal

Merak – Lonjakan penumpang dan kendaraan mulai terlihat di Pelabuhan Merak, Banten, jelang perayaan Natal 2025. Lebih dari 143 ribu penumpang tercatat telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera dalam lima hari terakhir.

Data Posko Merak menunjukkan, periode 15-19 Desember 2025 (H-10 hingga H-6 Natal), sebanyak 143.851 orang dan 37.714 kendaraan menyeberang melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara.

Jumlah penumpang mengalami kenaikan tipis 0,4 persen. Sementara itu, jumlah kendaraan melonjak signifikan sebesar 5,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada H-6 Natal saja, tercatat 37.715 penumpang menyeberang dari Jawa ke Sumatera. Angka ini melonjak 16,4 persen dibandingkan tahun lalu.

Jumlah kendaraan yang menyeberang pada H-6 Natal mencapai 9.858 unit, naik 21,1 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada kendaraan roda dua, yakni 59,5 persen (928 unit).

Kenaikan juga terjadi pada kendaraan roda empat (11,6 persen), truk (24,5 persen), dan bus (17,2 persen).

Sementara itu, arus balik dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu pada H-6 Natal tercatat 31.199 orang (naik 2,2 persen) dengan total 8.131 kendaraan (naik 9,4 persen).

Direktur Sumber Daya Manusia dan Layanan Korporasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rudi Sunarko, memastikan kesiapan operasional berjalan optimal.

“Pemantauan kesesuaian data tiket dan manifest terus kami lakukan untuk menjamin kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jasa,” ujar Rudi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung Pelabuhan Merak. Ia mengapresiasi penerapan delaying system oleh ASDP untuk mencegah penumpukan kendaraan.

“Langkah ini menjadi elemen krusial untuk menjaga kelancaran, keteraturan, dan keselamatan layanan penyeberangan, terutama pada periode puncak seperti Nataru,” kata AHY.

ASDP telah menyiapkan buffer zone di Rest Area KM 43 dan KM 68 wilayah Merak. Area ini berfungsi sebagai titik penampungan sementara untuk mengendalikan arus kendaraan ke pelabuhan, sehingga kepadatan tidak terkonsentrasi di dalam kawasan pelabuhan.