Sijunjung – Operasi Patuh Singgalang 2025 yang digelar Polres Sijunjung menunjukkan hasil yang beragam.
Meski penindakan pelanggaran lalu lintas meningkat, upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas membuahkan hasil positif.
Data yang dirilis menunjukkan adanya peningkatan jumlah tilang menjadi 52 kasus dibandingkan 47 kasus pada tahun 2024.
Sementara itu, jumlah teguran mengalami penurunan dari 272 menjadi 268.
Kasat Lantas Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata menjelaskan pelanggaran lalu lintas masih menjadi temuan yang dominan selama operasi. Meskipun demikian, Agung menyoroti adanya penurunan angka kecelakaan.
“Angka kecelakaan lalu lintas turun dari dua kasus pada 2024 menjadi satu kasus tahun ini. Namun kerugian material meningkat dari Rp30 juta menjadi Rp50 juta, atau naik hampir 70 persen,” ungkapnya, Selasa (29/7/2025)
Guna menjaga ketertiban, patroli malam ditingkatkan di area yang rawan aksi balap liar.
Razia rutin juga dilakukan untuk memeriksa kelengkapan surat dan spesifikasi teknis kendaraan, khususnya knalpot bising.
“Kami lakukan penindakan langsung, termasuk menyita knalpot racing yang tidak sesuai spesifikasi. Untuk pengendara yang terbukti melanggar, kita beri nasihat, teguran, hingga tilang,” tegas Agung.
Selain penindakan, pendekatan persuasif juga dilakukan melalui penyuluhan di sekolah-sekolah dan komunitas motor.
Materi edukasi yang diberikan meliputi bahaya balap liar, pentingnya keselamatan berkendara, serta aturan emisi dan kebisingan knalpot sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
Polres Sijunjung juga melibatkan tokoh masyarakat dan pemuda dalam upaya pencegahan balap liar dan pelanggaran lalu lintas.
“Kami mendorong masyarakat untuk aktif melapor jika mengetahui adanya balap liar. Kolaborasi adalah kunci menjaga keselamatan di jalan raya,” katanya.
Dengan kombinasi antara penindakan tegas dan edukasi yang berkelanjutan, Operasi Patuh Singgalang 2025 di Sijunjung diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas, sehingga mampu menekan angka kecelakaan dan menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman bagi semua pengguna jalan.






