PemerintahRanah

Pemko Padang Resmi Gulirkan Proyek Wisata Terpadu Senilai Rp2,2 Triliun

67
×

Pemko Padang Resmi Gulirkan Proyek Wisata Terpadu Senilai Rp2,2 Triliun

Sebarkan artikel ini

Padang – Sektor pariwisata Kota Padang bersiap melompat lebih jauh dengan dimulainya proyek pembangunan Kawasan Wisata Terpadu di Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah.

Investasi jumbo senilai Rp2,2 triliun tersebut resmi dimulai setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (11/6/2026).

Kesepakatan strategis ini mempertemukan pemilik lahan, Fauzi Bahar, dengan tiga pimpinan perusahaan pengembang, yakni Direktur PT Tasake Indo Service (DAP 69) Dede Mulyana, Direktur PT Nusa Indah Permata Muhammad Yunus, serta Direktur PT Win Sekawan Utama Syafri.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengawal proyek ini hingga tahap peletakan batu pertama.

Pihaknya menjamin kemudahan perizinan bagi para investor selama seluruh proses tetap berjalan sesuai koridor peraturan daerah yang berlaku.

“Kami mendukung penuh pembangunan kawasan wisata terpadu Padang Sarai ini. Pemerintah Kota Padang akan memberikan kemudahan investasi sesuai kebutuhan dan ketentuan peraturan daerah yang berlaku,” ujar Fadly.

Kehadiran kawasan wisata ini diproyeksikan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah.

Fadly optimistis proyek tersebut mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan kerja baru, sekaligus memperkuat posisi Padang sebagai Kota Gastronomi dalam upaya meraih nominasi Kota Kreatif UNESCO.

Sebagai gambaran, iklim investasi di Kota Padang menunjukkan tren positif dengan realisasi mencapai Rp4,5 triliun sepanjang tahun 2025, di mana sektor hotel dan restoran menjadi penyumbang utama.

Fauzi Bahar menjelaskan, dana investasi tersebut akan dialokasikan untuk membangun tiga unit hotel, lapangan golf, serta berbagai fasilitas penunjang pariwisata lainnya.

Ia berharap Pemko Padang terus memberikan dukungan, terutama dalam penyediaan infrastruktur pendukung dan kelancaran birokrasi perizinan.

Menanggapi dukungan tersebut, Direktur PT Tasake Indo Service, Dede Mulyana, menyatakan kesiapannya.

Ia berkaca pada keberhasilan perusahaannya dalam mengintegrasikan kawasan wisata, kesehatan, dan perkantoran di Tasikmalaya sebagai modal untuk merealisasikan proyek di Padang.

Prosesi penandatanganan ini turut disaksikan oleh Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, serta Kepala DPMPTSP Provinsi Sumatera Barat Luhur Budianda yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Barat.