Ranah

Kemnaker Gandeng LAN Akselerasi Kualitas MagangHub demi Cetak Lulusan Kompeten

52
×

Kemnaker Gandeng LAN Akselerasi Kualitas MagangHub demi Cetak Lulusan Kompeten

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat kolaborasi strategis dengan Corporate University Lembaga Administrasi Negara (LAN) guna meningkatkan kualitas Program Pemagangan Nasional atau MagangHub. Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri yang kian dinamis.

Sinergi tersebut secara resmi diluncurkan dalam gelaran Festival MagangHub di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Ajang ini berfungsi sebagai wadah pertemuan bagi pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk menyelaraskan standar keterampilan teknis serta kemampuan interpersonal (soft skills) para calon tenaga kerja.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menyoroti urgensi adaptasi di tengah pesatnya transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI). Baginya, mengandalkan teori di ruang kelas tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan kerja saat ini.

“Program ini dirancang untuk mempersiapkan lulusan perguruan tinggi agar lebih siap memasuki pasar kerja dengan bekal kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Afriansyah.

Melalui platform MagangHub, peserta tidak sekadar menjalani penempatan kerja. Mereka ditempa untuk mengasah literasi digital, kreativitas, kepemimpinan, hingga kecerdasan emosional. Pemerintah menargetkan program ini mampu melahirkan tenaga kerja yang produktif, berkarakter, dan tangguh.

Untuk menjamin kualitas, pemerintah terus memperluas akses bagi lulusan pendidikan profesi, mengintegrasikan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta mempererat kemitraan dengan sektor swasta.

Kepala Lembaga Administrasi Negara, Muhammad Taufiq, menambahkan bahwa magang merupakan instrumen penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menanamkan budaya belajar sepanjang hayat.

“Peserta magang menjadi bagian dari organisasi. Mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar memahami nilai, budaya kerja, serta mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan di berbagai bidang,” jelas Taufiq.