Ranah

Tinjau Proyek Sekolah Rakyat, Dirut Nindya Karya Pacu Percepatan Pembangunan

64
×

Tinjau Proyek Sekolah Rakyat, Dirut Nindya Karya Pacu Percepatan Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Serdang Bedagai – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, kini mencatatkan progres signifikan. Realisasi fisik proyek tersebut telah mencapai 53,71 persen, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 50,03 persen. Capaian ini menjadi indikator efektivitas percepatan konstruksi yang dijalankan oleh PT Nindya Karya (Persero).

Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, meninjau langsung lokasi proyek pada Jumat (12/6/2026) untuk memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai jadwal. Ia menekankan pentingnya kesiapan fasilitas pendidikan ini agar dapat beroperasi pada tahun ajaran baru mendatang. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui pemerataan akses pendidikan yang berkualitas.

“Seluruh sumber daya yang tersedia, baik material, tenaga kerja, maupun peralatan, harus dimaksimalkan dengan baik. Kita juga perlu melakukan inovasi percepatan pelaksanaan pekerjaan, namun tetap berada dalam koridor spesifikasi teknis dan aturan konstruksi yang berlaku,” ungkap Firmansyah di sela-sela peninjauan.

Meski mengejar target penyelesaian, Firmansyah menegaskan bahwa aspek mutu dan keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama. Fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas 5,4 hektare ini dirancang agar fungsional dan mampu mendukung kegiatan belajar mengajar secara optimal.

“Kualitas hasil akhir tetap menjadi prioritas utama agar bangunan dapat digunakan secara aman, layak, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Proyek ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang tersebar di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Secara nasional, seluruh rangkaian proyek Sekolah Rakyat Tahap II ditargetkan rampung pada Juni 2026.

Bagi Nindya Karya, proyek ini menjadi pembuktian kapabilitas perusahaan dalam mengintegrasikan ketepatan waktu, efisiensi biaya, dan inovasi teknologi. Dengan total luas bangunan mencapai 17.400 meter persegi, sekolah ini diproyeksikan mampu menampung ribuan siswa. Kehadirannya diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memicu efek berganda bagi perekonomian masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.